KPK Berharap Istri Pejabat Bisa Tularkan Antikorupsi ke Suami

Faiq Hidayat - detikNews
Senin, 09 Okt 2017 16:40 WIB
Basaria Pandjaitan dan Giwo Rubianto Wiyogo (Foto: Faiq Hidayat/detikcom)
Jakarta - KPK membahas pencegahan korupsi dengan Kongres Wanita Indonesia (Kowani). Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan menyebut peran Kowani penting apalagi banyak di antaranya istri-istri pejabat.

"Mereka punya anggota 55 juta, cukup banyak, kita harapkan bicara anggotanya dulu, supaya paling tidak 55 juta tidak melakukan korupsi dulu," kata Basaria di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (9/10/2017).

Setelah itu, menurut Basaria, para anggota Kowani itu memiliki berbagai latar belakang. Virus antikorupsi pun bisa disebarkan melalui peran anggota Kowani sebagai istri.

"Baru kedua, bicara sekelilingnya kebetulan organisasi terdiri macam-macam, ada istri TNI, istri pengusaha, istri kepala daerah, 91 organisasi sungguh luar biasa," jelas Basaria.

"Diharapkan para bapak, istri atau anak-anak mengerti contoh gratifikasi apa. Bagaimana cara mengisi LHKPN, kalau kebetulan ibu-ibunya istri para pejabat. Ini akan bicara tingkat pencegahan, kalau berjalan, langkah kedua memantau dan melihat ada sesuatu mengerti korupsi dan berniat melaporkan ke penegak hukum, langkah pertama mengerti apa itu korupsi," kata Basaria menambahkan.

Di tempat yang sama, Ketua Umum Kowani Giwo Rubianto Wiyogo menyebut peran wanita penting dalam pencegahan korupsi.

"Jadi 86 persen pendidikan dari ibu, pengajaran dan kejujuran sedikit sekali persentasenya hanya 4 persen. Berarti peran organisasi wanita terbesar di dunia dan Indonesia ikut dapat berperan dalam pencegahan korupsi," kata Giwo.

Dia pun mengamini bila sebagian besar anggota Kowani adalah istri pejabat. Dengan demikian, tugas anggota Kowani adalah menularkan pencegahan korupsi itu.

"Kebetulan sebagian besar organisasi wanita ini adalah pejabat daerah, di mana memberikan pendidikan mereka untuk kita terlibat dalam mengurangi masalah bangsa. Kami prihatin korupsi terjadi pada akhir-akhir ini. Tentu kami tidak bisa di ujung kita mulai dari awalnya anak usia dini," kata Giwo. (fai/dhn)