DetikNews
Minggu 08 Oktober 2017, 15:13 WIB

MA Minta Hakim Bermasalah Secepatnya Dibersihkan

Andi Saputra - detikNews
MA Minta Hakim Bermasalah Secepatnya Dibersihkan Ketua Muda MA bidang Pengawasan, hakim agung Sunarto (agung/detikcom)
Jakarta - Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Manado, Sudiwardono ditangkap KPK karena menerima suap dari anggota DPR Aditya Anugrah Moha. Mahkamah Agung (MA) berharap KPK tidak hanya berhenti di Sudiwardono.

"Semakin cepat aparatur bermasalah dibersihkan akan semakin cepat pula MA menggapai visinya yaitu terwujudnya badan peradilan yang agung," kata Ketua Muda MA bidang Pengawasan, hakim agung Sunarto kepada detikcom, Minggu (8/10/2017).

Sebelum menangkap Sudiwardono, KPK menangkap panitera pengganti PN Jaksel, Tarmizi karena menerima suap dari pengacara pada Agustus 2017. Tujuannya untuk mengamankan perkara perdata. Belum genap sebulan, KPK kembali menangkap hakim Pengadilan Tipikor Bengkulu, Dewi Suryana. Lagi-lagi, Dewi juga jualan perkara

"Di MA sekarang adalah periode bersih bersih terhadap aparatur yang bermasalah. Aparatur tidak boleh takut atas perubahan pola pengawasan yang dilakukan MA namun takutlah bila pada diri aparatur tersebut belum berubah , sekali lagi era sekarang era penindakan," ujar Sunarto.

Jauh sebelumnya, KPK di era Agus Rahardjo melakukan banyak penangkapan terhadap aparat pengadilan. Seperti:

1. Kasubdit Perdata MA Andri Tristianto Sutrisna.
2. Panitera PN Jakpus Edy Nasution.
3. Panitera pengganti PN Jakpus Santoso.
4. Panitera pengganti PN Jakut Rohadi.
5. Hakim Janner Purba.
6. Hakim Toton.

"Kebijakan MA di bidang pengawasan untuk sosialiasi regulasi tentang pengawasan sudah cukup sehingga sekarang masa implementasi dari regulasi tersebut," pungkas Sunarto.
(asp/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed