"Saya lagi tidur jadi kurang tahu juga jam berapa. Saya lagi tidur yang lainnya lagi prepare di bawah saya dengar suara ledakan yang kenceng yang saya kira tabung gas dari bawah. Kan kamarnya tengah tengah jadi pas saya lihat di sebelah kanan sini sudah ada api," kata salah satu pegawai Claypot Popo, salah satu gerai yang terbakar, Andi (22), di lokasi, Minggu (8/10/2017).
Andi menuturkan setelah mendengar suara ledakan yang kencang, api ternyata sudah merambat kemana-mana. Dia baru tahu jika api itu bukan berasal dari bawah, sementara ketika akan menggunakan tabung pemadam kebakaran (apar) macet tak bisa digunakan.
"Dan ternyata api bukan berasal dari bawah. Saya teriak teriak minta apar, orang bawah juga kebingungan. Saya ambil apar, aparnya macet nggak bisa dipakai. Saya lari lagi ke atas ternyata api udah gede saya lari ke bawah," kisahnya.
Andi menduga asal ledakan itu berasal dari korsleting exhaust Air Conditioner (AC). Dari situ api kemudian merembet ke toko sebelahnya.
"Kemungkinan dari listrik soalnya di situ ada exhaust AC. (Kemudian) nyamber (ruko lainnya)," ucapnya.
Untuk menangani kebakaran itu Sudin Damkar Jakarta Pusat meluncurkan 11 unit mobil damkar. Belum diketahui ada-tidaknya korban dalam peristiwa ini. (ams/fjp)











































