Anak Menyuap Ketua Pengadilan, Ibu 2 Kali Lolos Dakwaan dan Tak Ditahan

Andi Saputra - detikNews
Minggu, 08 Okt 2017 12:42 WIB
Aditya Anugrah Moha dan Sudiwardono dalam kasus suap 'selamatkan ibu' (Arief Ikhsanudin/detikcom)
Jakarta - Anggota DPR Aditya Anugrah Moha menyuap Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Manado, Sudiwardono, agar ibunya, Marlina Moha Siahaan, tidak masuk penjara. Siapakah Marlina?

Marlina merupakan Bupati Bolaang Mongondow dua periode berturut-turut, 2006-2016. Setelah selesai menjabat, perlahan Marlina disidik atas dugaan kejahatan korupsi yang dilakukannya.

Marlina dijerat kasus APBD terkait anggaran yang dialokasikan untuk kegiatan honor pegawai tidak tetap, senilai Rp 12,5 miliar. Di kasus ini, anak buahnya dihukum terlebih dahulu karena korupsi anggaran itu. Mereka adalah:

1. Kepala Bagian Pemberdayaan Masyarakat Desa Sekretariat Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow, Mursid Potabuga.
2. Sekretaris Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow, Ferry L Sugeha.
3. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penanaman Modal dan Statistik (BP3MS) Kabupaten Bolaang Mongondow, Suharjo Makalalang.
4. Kepala Bagian Pemerintahan Desa Sekretariat Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow, Cymmy Chebby Philip Wua.
5. Bendahara Umum Daerah, Ikram S Sainggaru.
6. Asisten III, Farid Asimin.
Anak Menyuap Ketua Pengadilan, Ibu 2 Kali Lolos Dakwaan dan Tak DitahanSudiwardono (arief/detikcom)

Setelah enam anak buah Marlina masuk penjara dan hukumannya berkekuatan hukum tetap, jaksa menyidik Marlina dan menghadirkan ke meja hijau.

Pada 15 Maret 2016, PN Manado mengabulkan eksepsi Marlina dan menyatakan dakwaan Marlina batal demi hukum. Marlina lolos dari bidikan jaksa.

Jaksa kemudian kembali menghadirkan Marlina ke meja hijau. Lagi-lagi, PN Manado membatalkan dakwaan jaksa dalam putusan sela yang dibacakan pada 18 Oktober 2016.

Jaksa tak patah arang dan menghadirkan Marlina ke meja hijau untuk ketiga kalinya. Hasilnya, PN Manado menjatuhkan vonis 5 tahun penjara dan memerintahkan Marlina membayar uang pengganti Rp 1,2 miliar dalam sidang 19 Juli 2017.

"Memerintahkan agar Terdakwa ditahan," kata majelis sebagaimana dikutip detikcom dari website PN Manado, Minggu (8/10/2017).

Meski dinyatakan bersalah, Marlina tidak ditahan dan bebas pergi ke mana saja hingga kini. Mengapa bisa begitu? Misterius.

Mendapati ibunya terancam masuk penjara, anak Marlina, Aditya mencari jalan agar ibunya divonis bebas. Aditya menjanjikan Sudiwardono sebanyak Rp 1 miliar, dengan catatan ibunya divonis bebas. Tapi baru USD 64 ribu diserahkan, KPK mengendus rasuah itu dan menangkap mereka. (asp/fjp)