60% SD di Riau Kekurangan Sarana

60% SD di Riau Kekurangan Sarana

- detikNews
Selasa, 24 Mei 2005 01:06 WIB
Pekanbaru - Pendidikan di Indonesia memang masih memprihatinkan. Begitu juga dengan bangunan sekolahnya. Di Provinsi Riau, dari 150.000 bangunan sekolah dasar (SD), lebih dari 60 persen masuk dalam kategori kekurangan sarana pendukung.Pada umumnya sejumlah SD di Riau hanya memiliki ruangan yang sempit dan tidak menyediakan ruang multifungsi untuk bisa menunjang kegiatan esktrakulikuler para siswanya.Hal ini diungkapkan pengamat pendidikan Riau yang juga mantan Direktur Pendidikan Dasar Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Djauzak Ahmad di Pekanbaru, Senin (23/5/2005).Dijelaskan dia, di Kota Pekanbaru saja misalnya, untuk luas bangunan sekolah rata-rata tak lebih dari 2.500 meter persegi. Kondisi itu sangat sempit untuk ukuran kebutuhan belajar para siswa."Ini belum lagi ditambah banyaknya bangunan sekolah yang tidak layak untuk sarana belajar mengajar," kata Djauzak.Karena itu, dia berharap Pemerintah Provinsi Riau harus melaksanakan janjinya untuk perbaikan sarana prasarana sekolah. Paling tidak, realisasi itu bisa segara dimulai tahun 2005."Jangan sampai janji pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan dan sarananya hanya sekadar retorika politik saja," tukas Djauzak.Hal senada disampaikan Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia Soemardhi Thaher yang juga anggota B-13 Dewan Perwakilan Daerah. Menurutnya, realisasi penggunanan dana APBD 25 persen untuk pendidikan masih jauh dari target yang diharapkan."Kita lihat di Riau ini usaha untuk meningkatkan mutu pendidikan masih tak karuan. Dari dana yang dialokasikan itu, kita perkirakan baru terpakai sekitar 10 persen dari total dana Rp 400 miliar yang disisihkan APBD Provinsi Riau untuk pendidikan," urainya.Dunia pendidikan Riau, lanjut dia, memang masih membutuhkan kucuran bantuan untuk peningkatan mutu pengajar, sarana, dan prasarana fisik sekolah. Selama 10 tahun terakhir ini saja, mutu pendidikan di Riau terasa lamban arus peningkatannya."Dari total penduduk Riau yang mencapai 4,5 juta jiwa, jumlah warga yang tamat SD baru 64,67 persen," kata Thaher.Diakuinya, rendahnya minat belajar formal warga Riau turut ditunjang oleh minimnya sarana dan prasarana pendidikan. Kerusakan bangunan sekolah masih terjadi di sana-sini, khususnya di tempat terpencil. (sss/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads