SBY: Bangsa Kita Dikenal Religius Tapi Korupsinya Tinggi
Senin, 23 Mei 2005 21:51 WIB
Magelang - Presiden SBY menyatakan keheranannya karena ternyata bangsa Indonesia yang dikenal religius justru punya tingkat kejahatan korupsi yang sangat tinggi."Padahal setiap ajaran agama selalu memerintahkan umatnya menjadi manusia yang baik dan menjauhi perbuatan jahat," katanya.Keheranan itu dia sampaikan dalam pidatonya pada acara puncak peringatan Hari Raya Waisak di pelataran Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Senin (23/5/2005).Menurut SBY, kontradiksi tersebut terjadi karena masyarakat belum mendalami dan menjalani hakekat ajaran agama masing-masing. Akibatnya, bangsa Indonesia belum benar-benar bisa memegang teguh norma-norma etika yang ada."Kita belum dapat menghormati, menghargai, dan memperhatikan hak-hak orang lain, masyarakat, bangsa dan negara, karenanya masih banyak timbul kesewenang-wenangan," sesalnya.SBY yakin pendalaman terhadap agama dapat memperteguh pondasi moral bangsa yang kini amat dibutuhkan, sehingga para penganutnya tidak hanya menjalani ibadah ritual, tapi juga hakekat sosial yang terkandung di dalamnya.Bila itu tercapai, lanjutnya, maka bersama dengan upaya hukum, agama pasti dapat mengikis tindakan korupsi yang telah berjalan lama dan sedemikian kompleks. Karenanya dia mendorong para tokoh agama untuk saling berdiskusi mencari solusi metodenya."Memang masing-masing agama punya ritual yang berbeda, tapi dari hakekatnya tidak ada perbedaan yang berarti. Melalui agama, mari perkuat pondasi moral bangsa," ajak SBY.
(sss/)











































