Istri Nazaruddin: Saya Bersumpah Tidak Terima Uang Itu

Istri Nazaruddin: Saya Bersumpah Tidak Terima Uang Itu

- detikNews
Senin, 23 Mei 2005 19:46 WIB
Jakarta - Disebut-sebut menikmati dana taktis KPU (Komisi Pemilihan Umum), istri Ketua KPU Nazaruddin Sjamsuddin, Nurnida, kaget. Dia membantah keras tuduhan itu. "Nauzibillah min dzalik, saya bersumpah tidak pernah menerima uang itu," itulah kata-kata yang keluar pertamakali dari mulut Nurnida ketika ditanya bahwa dirinya diduga pernah menerima uang taktis KPU. Jawaban Nurnida itu disampaikan ketika dihubungi detikcom melalui telepon, Senin (23/5/2005) pukul 19.00 WIB. Nurnida mengaku tidak menerima uang itu, apalagi dituduh menggunakan uang tersebut untuk bepergian ke luar negeri dan menggelar syukuran atas penganugerahan gelar kehormatan suaminya dari Monash University itu. Nurnida mengaku tidak asal bantah. Dia dan suaminya berangkat ke Australia atas undangan Monash University dan bukan menggunakan uang KPU. "Saya punya bukti kalau kita berdua diundang. Semuanya dibiayai oleh mereka (Monash University)," kata Nurnida. Nurnida benar-benar tidak mengerti atas tuduhan yang dialamatkan kepadanya ini. Dia memang mengaku ada syukuran atas penganugerahan gelar untuk suaminya. Namun, rencana dan segala biaya syukuran itu atas prakarsa para anggota KPU. "Siapa yang nyuruh bikin syukuran. Mereka kan mikir, oh ketua kami dapat penghargaan, mereka senang. Makanya mereka buat syukuran," kata perempuan setengah baya yang menjadi ibu rumah tangga ini. Di akhir pembicaraan, Nurnida bersumpah tidak pernah menerima sedikit pun uang hasil dana rekanan KPU, apalagi meng-korupsi-nya. "Keluarga kita bukan begitu. Haram menerima uang begitu. Saya dari kecil udah ngaji," jelasnya.Seperti diketahui, kuasa hukum Kepala Biro Keuangan Hamdani Amin, Abidin mengatakan, ada seorang istri tersangka korupsi KPU yang menikmati dana taktis KPU di luar Rp 20 miliar yang selama ini diberitakan media massa. Siapa istri yang dimaksud? Abidin memang tidak menyebut nama. Namun, dia mengatakan, istri dari tersangka tersebut menggunakannya untuk bepergian ke luar negeri dan syukuran atas pemberian gelar dari luar negeri. Dari keempat tersangka korupsi KPU yang ditahan KPK, hanya Nazaruddin yang pernah mendapat gelar kehormatan dari luar negeri, yaitu gelar profesor kehormatan dari Monash University, Australia. (asy/)


Berita Terkait