Saksi Mata: Nelayan RI Dibakar di Australia, Bukan Terbakar
Senin, 23 Mei 2005 17:30 WIB
Kupang - Hok Soen Heng adalah nama nelayan Indonesia yang mengalami luka bakar dalam masa penahanan di atas kapalnya sendiri di Australia. Saksi mata menyangkal informasi Australia bahwa Hok terkena tumpahan minyak goreng.Saksi mata itu bernama Achmad Pello (29). Dia adalah nelayan Indonesia asal Desa Papela, Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao, NTT yang baru dideportasi dari Australia.Achmad keberatan atas klarifikasi pemerintah Australia melalui KBRI di Darwin bahwa Hok Soen Heng, nelayan Indonesia asal Probolinggo yang diberitakan terbakar di dalam perahunya awal Mei lalu, akibat tumpahan minyak goreng.Menurut Achmad, kejadian sebenarnya yakni korban dibakar bersama perahunya saat ia tertidur lelap. Achmad mengisahkan, saat kejadian, dirinya bersama 17 nelayan lain sengaja diajak aparat keamanan Australia ke rumah seorang pegawai perikanan setempat bernama Kennedy. Rumah itu jaraknya hanya beberapa meter dari pelabuhan."Kami diajak untuk nonton TV. Tiba-tiba kami mendengar ledakan. Kami berteriak bahwa ada teman kami yang ada di kapal," kata Achmad di Kupang, Senin (23/5/2005). Saat itu korban yang sebagian besar badannya sudah terbakar melompat dari dalam kapal ke laut. Setelah oleh Achmad dkk selamatkan, seperempat badannya sudah terbaka Aparat keamanan Australia tidak pernah memberitahukan bahwa kapal mereka akan dibakar. "Mereka berbuat sesuka hati. Kalau seandainya ada pemberitahuan terlebih dahulu maka kami bisa selamatkan Hok Soen Heng," kata Achmad. Mengenai keberadaan korban, sampai Achmad dideportasi kembali ke Indonesia, tidak ada kabar berita lagi. "Apakah Hok sudah meninggal atau masih hidup kami tidak tahu. Aparat Australia sendiri tidak pernah menyampaikan tentang perkembangan kesehatannya," jelas Achmad, yang sudah tiga kali ditangkap di perairan Laut Timor tersebut.Menurutnya, klarifikasi dari pemerintah Australia melalui KBRI di Darwin bahwa Hok Soen Heng terbakar karena terkena tumpahan minyak goreng adalah berita bohong."Tidak benar dia (Hok Soen Heng) badannya terbakar karena tumpahan minyak goreng. Informasi itu tidak benar. Saya saksi hidup dan saya siap untuk memberikan keterangan kepada siapa saja kalau dibutuhkan," tegasnya.Deplu Minta KlarifikasiJuru bicara Deplu Marty Natalagewa dalam teleconference dengan Achmad Pello di Sekretariat Yayasan Peduli Timor Barat (YPTB) Kupang, Jl. Perintis Kemersdekaan, Senin (23/5/2005) mengatakan bahwa Deplu akan segera meminta klarifikasi dari pemerintah Australia."Saya akan segera menghubungi KBRI Australia untuk mencaritahu kebenaran informasi ini. Prinsipnya harga diri bangsa tidak akan dikorbankan," kata Marty.Sebelumnya, situs KBRI di Darwin memberitakan seorang nelayan yang disekap di perahunya terbakar di Pelabuhan Darwin, Australia Utara. Tim medis RS Royal Darwin Hospital melaporkan, korban selamat dari amukan api, namun sebagian besar wajah dan tubuhnya terbakar. Yayasan Peduli Timor Barat (YPTB) langsung bereaksi.Direktur YPTB, Ferdi Tanoni dalam siaran persnya mengecam keras perlakuan aparat keamanan Australia yang terus-menerus menyekap para nelayan Indonesia. "Insiden ini membuktikan kepada kita bahwa betapa tidak berdayanya diplomasi kita terhadap perlakuan Australia. Nelayan kita dituduh melanggar perairan Australia secara tidak manusiawi dan disekap di dalam perahu selama berhari-hari," kata Tanoni.
(nrl/)











































