Seusai Bertemu Menlu, Keluarga 3 Sandera Tetap Bingung
Senin, 23 Mei 2005 17:05 WIB
Jakarta - Keluarga tiga ABK asal Indonesia yang disandera di Filipina bertemu langsung dengan Menlu Hassan Wirajuda, hari ini. Mereka meminta Menlu menjelaskan upaya pemerintah untuk membebaskan para sandera. Walaupun sudah dijelaskan dan sudah menyampaikan uneg-unegnya selama 1,5 jam, pihak keluarga tetap bingung dengan nasib saudara mereka.Kebingungan ini terkait kebijakan pemerintah Indonesia yang berkeras tidak akan membayar uang tebusan yang diminta para penyandera. Pemerintah beralasan selama ini memiliki kebijakan No Ransom Policy. "Saya bingung, kalau pemerintah Indonesia dan Malaysia tidak mau bayar tebusan, sampai kapan saudara kami bisa dibebaskan," kata Udung Hutagaol, abang Erikson Hutagaol, salah satu ABK yang disandera. Udung menanyakan hal tersebut dalam konferensi pers yang digelar di Deplu, Jl. Pejambon, Jakarta, Senin (23/5/2005). Sebelumnya mereka bertemu dengan Menlu di Gedung Pancasila, Kompleks Deplu, pukul 14.00 WIB sampai 15.30 WIB.Duduk di meja konferensi pers perwakilan dari keluarga sandera, yaitu Syamsudin, abang dari Yamin Labuso; Hariyadi, abang dari Ahmad Resmiadi dan Parulian Hutagaol, abang dari Erikson Hutagaol. Juga hadir jubir Deplu Yuri Thamrin. Udung sebenarnya tidak dijadwalkan akan memberikan keterangan. Namun, di tengah-tengah konferensi pers, tiba-tiba Udung maju. Udung langsung menanyakan kelanjutan nasib saudaranya itu. "Sampai kapan saudara kami bisa dibebaskan?" tanyanya.Udung mengatakan bahwa dalam pertemuan tadi, Menlu sudah menjelaskan tentang kebijakan pemerintah Indonesia. Katanya, "Tadi memang Menlu bilang, kalau dikasih duit nanti ada WNI yang ditangkap lagi dan minta duit lagi...," Belum sempat Udung meneruskan perkataannya, Yuri langsung memotong dan mengambil mike. Yuri lagi-lagi menegaskan posisi Indonesia yang tidak akan pernah membayar tebusan itu."Tapi kami tetap mengedepankan keselamatan sandera. Kami juga sudah memberikan bantuan obat-obatan dan kebutuhan hidup lainnya kepada para sandera melalui penghubung para penyandera," tegas Yuri.Meski bingung, sebelumnya para perwakilan keluarga dalam jumpa pers mengaku puas. Syamsudin mengatakan pihak keluarga sudah mendapatkan keterangan yang jelas dari Menlu perihal upaya pembebasan yang sudah dilakukan pemerintah Indonesia. "Pihak Deplu sudah bekerja keras. Segala hal sudah ditempuh dengan mengedepankan keselamatan sandera. Kami dari pihak keluarga merasa puas," kata Hariyadi menambahkan.
(dni/)











































