Siswa SDN 96 Banda Aceh Sekolah di Tenda

Siswa SDN 96 Banda Aceh Sekolah di Tenda

- detikNews
Senin, 23 Mei 2005 16:46 WIB
Banda Aceh - Sekitar 145 murid dari Sekolah Dasar Negeri (SDN) 96, Banda Aceh, dipindahkan ke sekolah tenda, Senin (23/5/2005). UNICEF menilai sekolah tersebut tidak layak lagi untuk dipakai belajar pasca tsunami, meski secara kasat mata bangunan sekolah masih berdiri utuh. SDN 96 Banda Aceh merupakan satu dari 300 sekolah yang akan dibangun di seluruh Aceh pasca tsunami."Ini langkah awal kita untuk membangun sekolah-sekolah yang hancur dan tidak layak lagi dipakai dan tidak aman untuk proses belajar mengajar di Aceh paska tsunami. Kita akan merobohkan dan membongkar sekolah-sekolah tersebut," ujar Sayo Aoki, seksi pendidikan UNICEF di Aceh pada wartawan di SDN 96 Banda Aceh, Senin (23/5/2005).Pembangunan sekolah direncanakan akan selesai pada tahun ini juga. Rancangan sekolah yang dibangun akan mempergunakan rancangan sekolah yang bersahabat dengan anak dengan perspektif pendidikan untuk semua. "Jadi nantinya anak cacat juga akan dapat mengakses seluruh bagian sekolah dengan mudah," terang Sayo lebih lanjut.UNICEF dalam hal ini disebutkannya akan bekerja sama dengan UNOPS, badan PBB lainnya yang akan mengerjakan pembangunan sekolah, akan membangun 300 sekolah dan memperbaiki 200 sekolah di Banda Aceh, Aceh Jaya, Nagan Raya, Aceh Barat, dan di Nias serta Nias Selatan. Sedikitnya, UNICEF mengalokasikan dana US$ 90 juta."Bersama Dinas Pendidikan kami juga akan melakukan pemantauan terhadap standar minimum kualitas dan kuantitas bangunan, termasuk tahan gempa," lanjutnya.Secara kasat mata, bangunan permanen dua lantai yang terdiri dari 6 ruang kelas dan satu ruang guru tersebut, tak mengalami kerusakan apa pun pasca gempa dan tsunami. Apalagi daerah Neusu, yang menjadi lokasi sekolah juga tak terjamah gelombang tsunami. Tapi begitu naik ke lantai dua, lantai ruang kelas dua retak-retak dan terasa goyah."Apalagi kalau ada gempa. Semua murid berlarian dari lantai atas ini melewati satu tangga," terang Kepala Sekolah SDN 96 Banda Aceh, Nurlaila, pada wartawan di tempat yang sama sambil menunjukkan beberapa dinding yang retak-retak akibat gempa yang masih saja mengguncang Banda Aceh pasca tsunami.Dengan pindahnya para murid ini, Ujian Nasional (UN) murid kelas 6 yang akan digelar pada 27 Mei mendatang terpaksa dilakukan di bawah tenda. "Habis mau bagaimana lagi. Ini juga semua demi anak-anak. Saya harap pembangunan sekolah tidak akan memakan waktu lama," harap Nurlaila.Lokasi sekolah tenda yang akan didirikan, bersebelahan dengan masjid di kawasan tersebut. Rencananya, UNICEF akan mendirikan 3 tenda. Masing-masing tenda berukuran 12x6 meter persegi. Tiap-tiap tenda akan dihuni 2 kelas.Siti Fatiyah, salah seorang murid kelas III, mengaku senang sekolahnya diperbaiki meski harus belajar di tenda. "Daripada sekarang, kalau gempa kita takut. Semua kawan-kawan lari, takut sekolahnya runtuh. Kalau nanti sudah dibangun yang bagus, kita bisa tenang belajar walau gempa," katanya. (nrl/)


Berita Terkait