DetikNews
Jumat 06 Oktober 2017, 18:44 WIB

Top 5 News

Rutan Baru KPK, Messi Melempem

Niken Widya Yunita - detikNews
Rutan Baru KPK, Messi Melempem Foto: 20 Detik
Jakarta - KPK memiliki rutan baru di Gedung Merah Putih, Jakarta Selatan. Tentunya ruangan untuk koruptor ini memiliki pengamanan yang ketat.

Dari dunia olahraga Argentina terancam gagal lolos ke Piala Dunia 2018 setelah bermain imbang tanpa gol dengan Peru dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2018. Penampilan Lionel Messi menjadi sorotan yang tak bermain maksimal di laga ini.

Dua berita di atas masuk dalam Top 5 News edisi Jumat (6/10/2017):

[Gambas:Video 20detik]



1. Rutan Baru KPK

KPK memiliki rumah tahanan baru, di Gedung Merah Putih, Jakarta Selatan. Luas ruangannya yakni 839,4 meter persegi dan soal keamanan sudah pasti sangat ketat.

Fasilitasnya mulai dari sel isolasi, ruang bertemu tahanan, tempat olahraga, ruang poliklinik, dan layanan kunjungan.

Kapasitasnya dapat menampung 37 tahanan terdiri dari dari 29 tahanan pria dan 8 tahanan wanita. Untuk sel isolasi dapat ditempati sendiri atau bersama-sama. Kamar mandinya terbuka dan menyatu dalam sel.

KPK segera memindahkan 11 orang tahanan ke rumah tahanan (rutan) KPK yang baru. Andi Agustinus alias Andi Narogong, terdakwa dugaan korupsi e-KTP akan menjadi salah satu penghuni pertamanya. Berita selengkapnya bisa dilihat di sini: Miryam hingga Andi Narogong, Penghuni Pertama Rutan Baru KPK

2. Messi Melempem

Argentina terancam gagal lolos ke Piala Dunia 2018. Argentina bermain imbang tanpa gol dengan Peru dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2018 di La Bombonera, Buenos Aires, Jumat (6/10) pagi tadi.

Penampilan Messi menjadi sorotan yang tak bermain maksimal di laga ini. Messi terlihat kewalahan. Dia hanya mampu melepaskan 8 tendangan tanpa satupun ke arah gawang.

Pelatih Argentina Jorge Sampaoli mengatakan, Messi bermain dengan intensitas tinggi, dia mendapat banyak tekanan dan tidak pernah berhenti berlari membangun peluang, dan menendang bola di area sasaran yang tidak mungkin.

Menurutnya, hal ini dapat membuat Argentina gagal lolos ke Piala Dunia. Berita selengkapnya dapat dibaca di sini: Diimbangi Peru, Argentina Makin Terjepit


3. Emas Kena Pajak

PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengumumkan bahwa setiap transaksi pembelian Logam Mulia di seluruh cabang Antam Logam Mulia akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) 22 sejak 2 Oktober 2017.

Besaran pengenaan yang diterapkan dibedakan bagi yang memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dikenakan pajak 0,45%, sementara yang tidak dipungut pajak 0,9%. Pengumuman tersebut telah terpampang di cabang Antam Logam Mulia. Adapun penerbitan bukti potong PPh 22 akan diterbitkan 30 hari kerja setelah transaksi.

Namun masyarakat mengaku banyak yang belum tahu peraturan ini. Masyarakat kecewa dengan peraturan tersebut.

Informasi lengkapnya dapat disimak di sini: Ini Bedanya Pajak Emas Antam dan Toko Perhiasan

4. Truk Besar Dilarang Masuk Cikampek

Truk besar akan dilarang masuk Tol-Jakarta Cikampek saat jam sibuk mulai 16 Oktober. Uji coba akan dilakukan pada 9 Oktober.

Aturan tersebut berlaku Senin-Jumat pada pukul 06.00-09.00. Ketua Umum DPP Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo), Gemilang Tarigan, mengatakan pihaknya keberatan jika truk besar dilarang masuk ke Tol Cikampek dari pintul Tol Kalihurip hingga Bekasi Barat. Pasalnya, hal tersebut bisa mengganggu arus logistik, yang pada akhirnya bisa merembet pada terganggunya ekspor-impor.

Berita selengkapnya bisa disimak di sini: Truk Dilarang Masuk Tol Cikampek Saat Jam Sibuk, Ini Kata Pengusaha

5. Cerita Bos Express

Kinerja PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) terus menurun bahkan sampai merugi. Perusahaan juga sampai menjatuhkan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 400 karyawan support-nya.

CEO Express Transindo Utama, Benny Setiawan, mengakui salah satu penyebab turunnya kinerja perseroan lantaran maraknya perusahaan aplikasi yang menyajikan transportasi online.

Ketika taksi online hadir di Indonesia, kinerja keuangan perseroan langsung drop. Jumlah unit kendaraan langsung berkurang yang saat ini sekitar 9.600 unit.

Berita selengkapnya bisa dilihat di sini: Cerita Bos Express: Dulu Orang Antre Naik Taksi, Sekarang Online
(nwy/ega)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed