"Survei itu bisa macam-macam. Kemarin Median survei angkanya lain, ini (SMRC, red) juga lain. Jadi pada waktu Pilkada DKI juga yang diunggul-unggulkan siapa, yang menang siapa. Jadi menurut saya, survei itu hanya sekadar indikator saja, tidak menjadi kenyataan," kata Fadli kepada wartawan di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (6/10/2017). Dalam survei-survei sebelum Pilgub DKI 2014 digelar, elektabilitas Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memang mengungguli calon-calon lawannya, namun akhirnya dia kalah.
Fadli menegaskan Gerindra tak memiliki keraguan sedikit pun kepada Prabowo. Dia bahkan melihat sisi positif dari survei Median dan SMRC.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fadli yakin elektabilitas Prabowo akan meningkat pada waktu yang tepat. Setelah Prabowo bergerak, peta politik akan berubah.
Berikut ini hasil survei Median dan SMRC soal elektabilitas tokoh yang digadang-gadang menjadi capres 2019:
Hasil elektabilitas capres versi survei Median:
1. Jokowi 36,2%
2. Prabowo 23,2%
3. SBY 8,4%
4. Anies Baswedan 4,4%
5. Gatot Nurmantyo 2,8%
6. JK 2,6%
7. Hary Tanoesoedibjo 1,5%
8. Aburizal Bakrie (Ical) 1,3%
9. Ridwan Kamil 1,2%
10. Tri Rismaharini 1,0%
11. Tokoh lainnya 4,1%
12. Tidak tahu/tidak jawab 13,3%
Hasil elektabilitas capres versi survei SMRC:
1. Jokowi 38,9%
2. Prabowo 12,0%
3. Susilo Bambang Yudhoyono 1,6%
4. Anies Baswedan 0,9%
5. Basuki Tjahaja Purnama 0,8%
6. Jusuf Kalla 0,8%
7. Hary Tanoe 0,6%
8. Surya Paloh 0,3%
9. Agus Yudhoyono 0,3%
10. Ridwan Kamil 0,3%
11. Gatot Nurmantyo 0,3%
12. Mahfud MD 0,3%
13. Tuan Guru Bajang 0,2%
14. Chairul Tanjung 0,2%
15. Sri Mulyani 0,1%
16. Patrialis Akbar 0,1%
17. Megawati Soekarnoputri 0,1%
18. Soekarno 0,1%
19. Tommy Soeharto 0,1%
20. Gus Dur 0,1%
21. Wiranto 0,1%
22. Risma 0,1%
23. Tidak jawab/rahasia 41,9% (yas/tor)











































