Wiranto, Kapolri, Panglima TNI, dan KaBIN Rapat Bahas Impor Senjata

Wiranto, Kapolri, Panglima TNI, dan KaBIN Rapat Bahas Impor Senjata

Faiq Hidayat - detikNews
Jumat, 06 Okt 2017 10:30 WIB
Kapolri, KaBIN, hingga Panglima TNI mendatangi kantor Menko Polhukam. (Faiq/detikcom)
Jakarta - Kepala Badan Intelijen Negara Jenderal Budi Gunawan dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian mendatangi Kemenko Polhukam hari ini. Keduanya datang sekitar pukul 10.00 WIB.

Berdasarkan pantauan detikcom di lokasi, Jumat (6/10/2017), Budi Gunawan, yang mengenakan kemeja batik cokelat, langsung masuk ke gedung Kemenko Polhukam. Budi hanya melemparkan senyum saat ditanya awak media.




SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemudian disusul Jenderal Tito Karnavian tiba di lokasi. Mantan Kapolda Metro Jaya ini juga hanya melemparkan senyum saat ditanya perihal rapat hari ini.

Tak hanya itu, Dirjen Bea-Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi dan Menteri Pertahanan Ryamizard juga tiba di lokasi.

Terakhir, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo turut mendatangi lokasi. Rapat digelar secara tertutup.

Wiranto, Kapolri, Panglima TNI dan KaBIN Rapat Bahas Impor SenjataKapolri, KaBIN, hingga Panglima TNI mendatangi kantor Menko Polhukam. (Faiq/detikcom)


Menko Polhukam Wiranto menyatakan mengundang para pejabat tersebut karena perlu berkoordinasi dan membahas regulasi.

"Saya sampaikan bahwa koordinasi para pejabat terkait, BIN, Polri, TNI, Pindad, BNN semua aparat penegakan yang menggunakan senjata. Saya datang kembali menyangkut penggunaan dan regulasi," kata Wiranto sebelum acara di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (6/10).

Apalagi, menurut Wiranto, ia tidak mau ada kegaduhan di masyarakat. "Supaya semua bisa diatur dengan jelas, maka tidak banyak spekulasi di masyarakat jelas akan membuat gaduh, karena kita butuh ketenangan dan kedamaian. Hari ini tuntaskan, sebenarnya Senin lalu ada HUT TNI kami tunda sampai selesai," jelas Wiranto. (fai/rvk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Hide Ads