Baiq Mariah ikut dalam seremoni pelepasan jemaah kelompok terbang (kloter) Embarkasi Lombok (LOP 10) di lobi hotel Al Wada, Sektor 5 Madinah, hari ini. Dia bersama jemaah yang mendampingnya, Rahmi (53) dan berdampingan dengan Sekjen Kemenag Nur Syam, Konsul Jenderal RI Jeddah M Hery Saripudin, dan Kadaker Madinah Amin Handoyo.
Setelah seremoni, Baiq 'tertahan' dan tidak bisa langsung naik bus. Sejumlah petugas haji dan pegawai konsulat bergantian mengajak selfie.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baiq jadi tamu khusus Kerajaan Saudi sesampai di Tanah Suci. Dia mengikuti prosesi puncak haji terpisah dari jemaah. "Iya, diajak oleh Kerajaan. Wukuf dan lain-lain di tempat khusus," jelas Rahmi yang selalu mendampingi Baiq Mariah.
Tak diketahui alasan Saudi mengundang Baiq Mariah secara khusus selama puncak haji. Namun berdasarkan pemberitaan media setempat, Baiq jadi perhatian karena masih sehat di usia senja. Selain itu niat berhaji tinggi, kuat dalam perjalanan selama 9-10 jam, dan mengikuti ritual yang mengandalkan kekuatan fisik.
Konsul Jenderal RI Jeddah, M Hery Saripudin, termasuk orang yang memberi perhatian khusus kepada Baiq Mariah. "Alhamdulillah bisa bertemu Ibu Baiq Mariah. Kami sambut kedatangannya, hari ini kami lepas dengan bangga," katanya.
Jemaah LOP 10, rombongan Baiq Mariah, merupakan kelompok terakhir yang bertolak ke Tanah Air. Pesawat dijadwalkan berangkat pada pukul 20.25 Waktu Arab Saudi atau 00.25 WIB. Sebelumnya, pada hari ini, ada 10 kloter yang diterbangkan. Rombongan tersebut berasal dari Aceh, Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan. (try/nvl)











































