Jalanan Rusak, Warga Semarang Ancam Boikot Pilkada
Senin, 23 Mei 2005 14:34 WIB
Semarang - Gara-gara sejumlah jalan di lingkungan Perumahan Klipang, Kelurahan Sendang Mulyo, Kec Tembalang, Semarang, rusak, puluhan warganya mengadu ke DPRD Kota Semarang. Jika jalan tak segera diperbaiki, mereka mengancam boikot pilkada.Aksi turun jalan itu dilakukan sekitar pukul 11.00 WIB di Kantor DPRD Kota Semarang Jl Pemuda, Senin (23/5/2005). Mereka mengendarai kendaraan roda dua, sebagian lainnya naik angkutan. Karena peserta aksinya tak banyak, polisi pun tak mengawal dengan ketat.Salah satu peserta aksi, Untung Dwi Hananto, menyatakan, sejak tahun 1990 kondisi Jalan Klipang tak pernah mulus meski tercatat pernah diperbaiki. "Tapi dananya cuma Rp 33,5 juta. Itu tidak cukup. Akhirnya perbaikannya hanya tambal sulam," katanya.Untung menambahkan, usaha mengadu ke DPRD merupakan kesepakatan dengan 27 RW di Perumahan Klipang. Kalau sebelum pilkada jalan tak diperbaiki, maka pihaknya memilih jadi golput alias tak memilih."Kami juga tidak akan mau jadi panitia (KPPS atau PPS) pilkada. Biar nggak usah ada pilkada-pilkada-an saja," ancamnya.Untung mengharapkan, DPRD dapat membantu menyampaikan ke pemerintah soal rusaknya jalan di perumahan mereka. Pihak warga juga tak mau kalau aspirasi itu hanya jadi komoditas politik menjelang pilkada.Setelah beberapa saat berorasi dan bernegosiasi dengan staf Kantor DPRD, akhirnya mereka diperbolehkan masuk ke Ruang Komisi C. Di sana mereka ditemui Ketua Komisi C Humam Mukti Azis dan sejumlah anggotanya.Kepada detikcom, sejumlah warga Klipang mengaku sudah beberapa kali menyampaikan aspirasi ke beberapa pihak terkait. Namun usaha itu tak pernah menuai hasil. Akibatnya, sekitar 16 ribu orang yang tercatat sebagai pemilih di kawasan itu mengancam boikot Pilkada pada 26 Juni mendatang.
(nrl/)











































