DetikNews
Kamis 05 Oktober 2017, 16:36 WIB

Pelihara Buaya Tanpa Izin, Pria di Cikarang Ditangkap

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Pelihara Buaya Tanpa Izin, Pria di Cikarang Ditangkap Pria di Cikarang pelihara hewan dilindungi tanpa izin di kediamannya (Foto: Edward Febriyatri/detikcom)
Bekasi - Polisi meringkus pria berinisial LTO alias TR karena memelihara hewan yang dilindungi tanpa surat izin. Pelaku memelihara buaya, elang bondol, dan lutung jawa di rumahnya di Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi.

Polisi mengetahui hal ini saat melakukan razia peredaran obat-obat berbahaya di Cikarang. Setelah berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DKI Jakarta, polisi menggerebek rumah tersebut.

"Berawal dari kecurigaan anggota, sewaktu operasi obat-obatan berbahaya di Cikarang. Anggota mendapati tempat penangkaran atau pemeliharaan hewan yang diduga dilindungi oleh pemerintah," ujar Kapolres Kabupaten Bekasi, Kombes Asep Adi Saputra di rumah milik tersangka, Kampung Cabang, Desa Karang Asih, Kecamatan Cikarang Utara, Kamis (5/10/2017).

Ada dua buaya muara yang dipelihara di dalam kandang berukuran 5x3 meterAda dua buaya muara yang dipelihara di dalam kandang berukuran 5x3 meter (Foto: Edward Febriyatri/detikcom)

Total ada empat hewan dilindungi yang dipelihara oleh LTO, yakni dua ekor buaya muara, elang bondol, dan lutung jawa. Keempat hewan tersebut dilindungi UU Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem.

Asep mengatakan tersangka mengaku telah berkoordinasi dengan BKSDA dan Kebun Binatang. Namun tersangka tidak mendapat izin dari kedua institusi tersebut.

"Pengakuannya tidak dapat izin, sehingga buaya muara dirawatnya selama 25 tahun," ucapnya.

Pantauan detikcom di lokasi, buaya muara yang dipelihara LTO panjangnya lebih dari 3 meter. Buaya itu di tempatkan di dalam kolam garasi rumahnya. Pelaku membuat kandang kawat dengan ukuran 5x3 meter. Sementara elang bondol dan lutung Jawa dipelihara di dalam kandang kecil.

Ada elang bondol dan lutung jawa yang dipelihara LTO tanpa izinAda elang bondol dan lutung jawa yang dipelihara LTO tanpa izin (Foto: Edward Febriyatri/detikcom)

"Dia memelihara satwa karena ngakunya pecinta hewan. Dari pemeriksaan, hewan ini dikasih orang," ujar Asep.

Asep mengatakan hewan-hewan tersebut dilindungi oleh UU Konservasi. Hewan itu tidak boleh dipelihara, apalagi dekat pemukiman penduduk.

"Pemilik terkena Pasal 40 Ayat 2 juncto Pasal 21 Ayat 2 UU RI Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem dengan ancaman hukuman penjara maksimal 5 tahun dan denda hingga 100 juta," pungkasnya.
(edo/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed