Pantauan detikcom, upacara HUT ke-72 TNI digelar di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, Aceh, Kamis (5/10/2017). Seusai upacara, sejumlah penampilan dipamerkan. Aksi silat kolosal yang diikuti 1.200 prajurit TNI dari berbagai satuan menarik perhatian warga. Mereka memeragakan adegan demi adegan dalam permainan silat.
Tepuk tangan warga membahana. Seusai silat, dua prajurit TNI tetap berada di depan panggung utama. Mata mereka tiba-tiba ditutup dengan kain hitam dan diarahkan berjalan ke satu unit motor. Dengan langkah tertatih-tatih, keduanya berjalan sambil dituntun dua pasukan lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Punggung dilempar batu. (Agus Setyadi/detikcom) |
Tak ingin menyerah, motor yang dikemudikan keduanya kembali berjalan. Tiga prajurit yang tidur berdempetan, lagi-lagi diinjak dan tiga semangka hancur. Motor terus berjalan hingga berhenti setelah melintasi tiga prajurit terakhir. Peluit ditiup agar kedua prajurit bermotor ini tidak menabrak warga. Tepuk tangan kembali riuh.
Berbagai atraksi dan parade lain juga ditampilkan. Ada aksi melemparkan batu ke punggung serta memecahkan balok es dan beton. Sebelum upacara dimulai, juga ada penampilan drama 'Cut Mutia', yang diperankan dengan apik. Warga lintas usia ikut memenuhi lokasi untuk menyaksikan kemeriahan HUT ke-72 TNI.
Memecahkan beton (Agus Setyadi/detikcom) |
"Kita merdeka bukan diberi, tapi kita rebut. Waktu itu tentara belum ada jadi rakyat dan laskar-laskar itu merebut kemerdekaan. Baru setelah itu laskar-laskar ini diorganisasi menjadi TNI. Ini tetap kita gelorakan bersama rakyat TNI kuat. Karena memang TNI itu berasal dari rakyat," kata Daniel kepada wartawan seusai acara.
Memecahkan balok es (Agus Setyadi/detikcom) |
"Ke depan TNI tetap berlatih untuk meningkatkan profesionalisme dan meningkatkan kemampuan," ungkap Daniel. (fay/tor)











































Punggung dilempar batu. (Agus Setyadi/detikcom)
Memecahkan beton (Agus Setyadi/detikcom)
Memecahkan balok es (Agus Setyadi/detikcom)