Alasan itu seolah menjadi pembenaran dan 'dihalalkan' oleh mereka. Seperti yang terjadi pada Rabu (4/10/2017). Beredar video di media sosial yang memperlihatkan banyak pemotor beramai-ramai mengeluarkan motor mereka dari busway.
Pembatas jalur TransJakarta yang tinggi membuat mereka harus 'bergotong royong' untuk bisa mengeluarkan motornya. Di ujung jalan, tampak polisi berseragam lebih dari 3 orang berjalan ke arah para pemotor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masih banyak pengguna kendaraan pribadi yang melanggar aturan. Ini merugikan hak pengguna TransJakarta. Bus kami jadi terhambat," ujar Wibowo dalam pesan kepada detikcom, Rabu (4/10/2017).
Wibowo menjelaskan, pihaknya telah berupaya melakukan sterilisasi agar pengendara tidak masuk ke busway. Strelisasi juga bekerja sama dengan pihak kepolisian maupun dishub di wilayah.
"Sterilisasi jalur adalah salah satu keunggulan bus TransJakarta dalam melayani pelanggan. Berbagai upaya sudah dilakukan TransJakarta. Seperti pemasangan portal, penempatan petugas untuk mensterilkan jalur TransJakarta dari kendaraan pribadi. Namun masih banyak pengguna kendaraan pribadi yang melanggar aturan," jelasnya.
Untuk mencegah aksi itu kembali terulang, TransJakarta mengimbau agar warga beralih dari kendaraan pribadi dan menggunakan TransJakarta. Hal itu juga akan berpengaruh untuk mengurangi kemacetan.
"Bila ingin lancar naik TransJakarta," kata Wibowo. (nkn/abw)











































