Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi bahkan sempat mengungkapkan kekecewaannya saat merotasi 339 pejabat di ruang Loka Krida Balai Kota Semarang. Di antara pejabat yang dirotasi memang memangku wilayah yang tergenang air akibat hujan beberapa hari ini.
"Nyatanya hujan 3 hari jalan tergenang, nyatanya kemarin saya lewat Kemijen, masih ada jalan rusak," kata Hendrar, Rabu (4/10/2017).
Hendrar atau yang akrab disapa Hendi itu juga menegaskan, sebagai orang Jawa, seharusnya ada rasa pekewuh atau budaya malu saat mengemban tugas. Sehingga pelayanan dan inovasi bisa dijalankan dengan baik.
"Kita ini wong Jowo punya budaya pekewuh, jadi nek panjenengan tidak bisa mengemban tugas baik, seharusnya ewuh (malu) dengan yang memberi posisi, ewuh dengan keluarga, ewuh dengan masyarakat," ujarnya.
Untuk diketahui, pejabat yang dirotasi di antaranya Kepala UPTD Pompa Banjir Wilayah Tengah I pada Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang, yang semula Dodik Brilianto diganti Guntur Rachmanto.
Selain itu, ada posisi camat yang dirotasi karena wilayahnya tergenang air akibat hujan 3 hari. Mereka adalah Camat Semarang Timur, yang semula dijabat Ari Djoko Santoso, saat ini dijabat oleh Sutrisno, kemudian Camat Genuk, yang sebelumnya dijabat oleh Sumarjo, kini diemban Ali Muhtar.
Rotasi juga dilakukan terhadap Kepala Seksi Pengawasan Tata Ruang dan Bangunan Gedung Dinas Penataan Ruang Kota Semarang, yang sebelumnya Lisa Oktavia Tutuarima kini dijabat Sugeng Yusiyanto. Hal itu untuk memaksimalkan pencegahan banjir melalui optimalisasi pendirian bangunan yang dapat berpotensi menghambat saluran.
"Jangan kecewakan kepercayaan yang saya berikan, jaga betul amanah yang diberikan," tegasnya. (alg/ega)











































