Panglima: TNI Harus Siaga Hadapi Ancaman Global

Ahmad Bil Wahid, Dhani Irawan - detikNews
Rabu, 04 Okt 2017 21:30 WIB
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo (Foto: dok. Puspen TNI)
Jakarta - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menegaskan kesiagaan jajarannya menghadapi ancaman global. Ancaman ini terkait dengan potensi konflik terkait dengan sumber daya alam.

"Menjaga kedaulatan NKRI secara konstitusi, maka TNI dengan berbagai daya upaya dan fokus melaksanakan tugas itu. TNI mempunyai Angkatan Darat, Laut, dan Udara. Masing-masing angkatan melakukan pembinaan dan kesiapan operasional agar kesiapsiagaan maksimal untuk menghadapi ketanggapsegeraan dalam menghadapi permasalahan yang ada," ujar Gatot dalam wawancara yang disiarkan CNN Indonesia TV, Rabu (4/10/2017).

Konflik pada era sebelumnya, menurut Gatot, terkait dengan perebutan sumber energi. Namun kini terjadi pergeseran potensi konflik karena sumber daya alam, seperti pangan dan air.

"Dalam konteks ini, kita tidak bisa melihat seperti dulu lagi. Seperti sekarang ini, 70 persen minimal latar belakang perang konflik dunia berdasarkan energi, berubah (menjadi) ekonomi, (soal) pangan, dan air," kata Gatot.

Ancaman potensi ini, sambung Gatot, harus diantisipasi karena Indonesia sebagai negara kepulauan menjadi wilayah strategis.

"Tempat kita menjadi tempat strategis. Inilah sekarang ini saya yakin negara lain berkompetisi terhadap itu. Dua tahun lalu saya katakan dengan adanya ISIS dan di Asia Tenggara pusatnya di Filipina Selatan.... Sasaran akhirnya Indonesia yang kaya akan kekayaan alam," papar Gatot.

Karena itu, negara-negara kawasan regional, ditegaskan Gatot, harus bekerja sama mengantisipasi ancaman tersebut. Di sini, menurut Gatot, diperlukan diplomasi militer.

"Agar semua bersatu mewujudkan kondisi regional, kondisi aman, tidak terpengaruh apa pun juga. Ini penting," tegasnya. (fdn/)