Pilgub Jatim, Warga Butuh Sosok Jujur dan Merakyat

Pilgub Jatim, Warga Butuh Sosok Jujur dan Merakyat

Rois Jajeli - detikNews
Rabu, 04 Okt 2017 20:39 WIB
Pilgub Jatim, Warga Butuh Sosok Jujur dan Merakyat
Ilustrasi Pilgub Jatim. (Andhika Akbaryansyah/detikcom).
Surabaya - Pemilihan Gubernur Jawa Timur akan digelar pada 2018. Warga Madura dan Jawa Timur pada umumnya disebut mengharapkan sosok gubernur dan wakil gubernur yang jujur, merakyat, dan visioner.

"Berdasarkan hasil survei, yang paling diharapkan oleh publik adalah sosok calon gubernur dan calon wakil gubernur yang jujur (tidak terlibat korupsi), merakyat, dan visioner. Artinya, punya program jelas dalam memajukan dan menyejahterakan warga Jawa Timur," ujar pengamat politik dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Mochtar W Oetomo saat dihubungi detikcom, Rabu (4/10/2017).

Saat ini ada dua kandidat yang dinilai sangat kuat sebagai calon Gubernur Jatim, yakni Saifullah Yusuf alias Gus Ipul (Wakil Gubernur Jatim) dan Khofifah Indar Parawansa (Menteri Sosial). Mochtar memberikan pandangan tentang dua sosok itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Secara umum, Gus Ipul lebih banyak dipersepsikan publik sebagai sosok yang merakyat dan friendship," katanya.

"Sementara sosok Khofifah lebih banyak dipersepsikan publik sebagai sosok yang visioner dan cerdas," terangnya.

Mochtar, yang juga Direktur Surabaya Survey Center (SSC), menerangkan ada satu harapan publik yang belum terepresentasikan pada kandidat, yakni sosok yang jujur, amanah, dan bisa dipercaya.

"Ini yang harus mampu dibuktikan oleh Gus Ipul dan Khofifah ke publik. Dan atau dalam memilih wakilnya, bisa memenuhi kriteria yang diinginkan publik tersebut," jelasnya.

Mochtar mengatakan, secara prinsip, yang dibutuhkan warga Madura dan Jawa Timur secara umum adalah sama. Hanya secara spesifik masyarakat Madura menginginkan kemajuan dan kesejahteraan yang tetap dalam bingkai kultur dan religi.

"Masyarakat Madura lebih melihat sosok calon gubernur dan calon wakil gubernur yang terlihat agamis dan alim," ujarnya.

Adakah Alternatif Cagub Selain Gus Ipul dan Khofifah?

Gus Ipul dan Khofifah merupakan dua tokoh yang mewarnai setiap Pilgub Jatim. Keduanya sama-sama tokoh dari Nahdlatul Ulama dan bertarung pada Pilgub 2008 dan 2013. Dalam Pilgub Jatim 2018, Gus Ipul dan Khofifah diperkirakan akan bertemu lagi. Adakah alternatif cagub selain Gus Ipul dan Khofifah?

"Saya rasa mungkin saja, karena masih ada waktu beberapa bulan menuju pendaftaran ke KPU," kata Mochtar.

Mochtar menerangkan sejauh ini publik sudah sangat akrab dan kenal dengan sosok Gus Ipul dan Khofifah. Sebab, keduanya sudah pernah bertarung dalam pilgub sebelumnya.

"Diperlukan sosok baru sebagai pembanding sekaligus petanding bagi Gus Ipul dan Khofifah, agar persaingan keduanya tidak melulu soal kekuasaan dan dendam lama. Tapi lebih pada persaingan bagaimana memajukan dan menyejahterakan Jawa Timur," terangnya.

Dia menambahkan, hadirnya kandidat baru atau kandidat ketiga, keempat, penting untuk menyehatkan persaingan antara Gus Ipul dan Khofifah.

"Di sisi lain juga penting untuk menjaga keseimbangan agar tidak muncul polarisasi dua kutub di Jawa Timur," ujarnya.

Mochtar juga bicara soal siapa sosok baru yang dapat bersaing dengan dua kutub pilgub saat ini. Kata Mocthar, dari sisi kapasitas banyak figur yang dapat bersaing seperti Mahfud MD (Ketua Mahkamah Konstitusi periode 2008-2013), M Nuh (eks Menteri Pendidikan), Tri Rismaharini (Wali Kota Surabaya), Abdullah Azwar Anas (Bupati Banyuwangi), Djarot (Gubernur DKI Jakarta).

"Hanya, bagaimana tinggal mem-push popularitas dan elektabilitasnya agar sebanding dan setanding dengan Gus Ipul maupun Khofifah," jelasnya.

Mochtar juga menyoroti perbincangan soal persaingan Gus Ipul dan Khofifah sejauh ini hanya berputar pada persoalan dukungan partai politik, rekomendasi, dan dukungan organisasi kemasyarakatan.

"Belum sampai ke soal perang gagasan dan ide bagaimana memajukan dan menyejahterakan Jawa Timur. Hanya berputar pada persoalan dukungan parpol, rekomendasi, dan dukungan ormas," ujarnya.

Menurut Mochtar, rakyat Jawa Timur menunggu gagasan besar para kandidat untuk kemajuan dan kesejahteraan bagi Jawa Timur.

"Sudah waktunya antarkandidat memperdebatkan gagasan, bukan melulu memperdebatkan rekomendasi dan dukungan partai politik," tuturnya. (roi/idh)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini