"Kalau pakai (jasa taksi online) sih sudah dua kali. Yang saya takutin lebih ke driver yang itu (M), takutnya dendam sama saya. Padahal saya cuma pengin biar nggak banyak korban. Soalnya, ada yang komentar dia (pengguna) juga pernah digituin sama dia," jelas Puta saat berbincang dengan detikcom, Rabu (4/10/2017).
Ajakan kencan M itu sempat direkam Puta dan videonya beredar viral di media sosial. Puta menolak ajakan M tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan pertimbangan keselamatan, Puta mencoba mengontrol perbincangan M. Puta mencoba merespons ucapan M dengan halus agar tidak terjadi sesuatu hal yang lebih membahayakan keselamatannya.
"Saya coba jawab pelan-pelan, saya takut dia bawa kabur atau gimana. Yang penting saya pulang dengan selamat. Itu cuma taktik saya saja buat ngamanin diri saya," lanjut Puta.
Puta memilih tidak melaporkan perbuatan itu ke polisi. Menurut Puta, sanksi dari pihak taksi online sudah cukup memberikan hukuman baginya.
"Tadinya mau laporin ke polisi, cuma daripada panjang-lebar, ya sudahlah. Dia juga sudah diblok dari Grab-nya," katanya.
Setelah kejadian, Puta melaporkan perbuatan M ke pihak taksi online. Pihak taksi online telah meresponsnya.
"Sudah laporin ke Grab, tapi ditanggapinya baru dua hari lalu, sekitar Senin. Cuma pihak Grab minta dihapus posting saya itu, karena katanya sudah ditangani dan saya juga sudah hapus posting saya," tuturnya.
Peristiwa tidak menyenangkan itu terjadi saat Puta pulang dari Kompleks Pandawa, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Sabtu (30/9) sekitar pukul 19.30 WIB. Puta hendak pulang ke rumahnya yang masih di kawasan Kelapa Gading.
Selama perjalanan, M mengajak Puta berbincang dari pertanyaan biasa hingga ke pertanyaan yang menjurus. M bahkan mengajak Puta untuk 'kencan', namun Puta menolaknya. (mei/fdn)











































