DetikNews
Rabu 04 Oktober 2017, 17:20 WIB

Sidang Suap Kemendes, Jaksa Tanya soal Rekaman 'Audit Firaun'

Aditya Mardiastuti - detikNews
Sidang Suap Kemendes, Jaksa Tanya soal Rekaman Audit Firaun Rochmadi menjalani sidang (Foto: Aditya Mardiastuti/detikcom)
Jakarta - Eks auditor utama BPK Rochmadi Saptogiri mengakui pernah merekam pembicaraan teleponnya dengan anggota auditor VII BPK Eddy Moelyadi. Jaksa pun menanyakan soal isi rekaman percakapan yang menyinggung istilah 'audit Firaun' dan 'makin banyak kawan makin pusing'.

"Ada kata-kata yang mengenai filosofi audit Firaun," tanya jaksa KPK di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (4/10/2017).

"Tidak tahu Prof Edy sering bercanda. Saya paham sekali tipikal beliau," jawab Rochmadi.

Jaksa kemudian membacakan BAP Rochmadi. Dalam BAP itu Rochmadi mengaku tidak sadar jika pembicaraan itu ia rekam.

"Dalam BAP jawaban anda. 'Ya benar percakapan tersebut dari iPhone milik saya maksud saya. Saya tidak tahu pembicaraan tersebut terekam. Ada satu yang diperdengarkan. Saya merasa tidak kepencet untuk iPhone. Suara yang terlibat adalah suara saya dengan prof Edy'," kata jaksa.

"Ada file yg diberi nama kepencet. Nggak mungkin saya rekam lalu saya bilang kepencet," jawab Rochmadi.

Meski begitu Rochmadi mengakui itu adalah suaranya. Dia menegaskan rekaman pembicaraan itu tak terkait dengan kasus di Kemendes.

"Karena nggak ada kaitan sama Kemendes. Saya minta izin saya diperiksa sebagai apa, sebagai saksi ahli. Ini kan nggak ada kaitan dengan perkara," jelasnya.

Rochmadi menyebut tujuannya merekam percakapan telepon untuk dokumentasi pribadi. Dia pun mengaku tidak pernah meminta izin untuk merekam percakapan tersebut.

"Saya tidak izin beliau. Ini adalah dokumen pribadi saya. Bukan untuk siapa-siapa apakah ada arahan bisa saya tindaklanjuti secara clear," katanya.

Selain itu jaksa juga menanyakan isi percakapan soal 'makin banyak kawan makin pusing saya sama Pak Mud sama tai kucing politik'. Meski membenarkan ada rekaman tersebut, Rochmadi enggan menjelaskan siapa Pak Mud yang dia maksud.

"BAP nomor 65 poin b maksud, 'makin dia banyak kawan makin pusing saya sama Pak Mud sama tai kucing politik'? Kemudian di sini saksi menjawab maksud dari pembicaraan saya ungkapan kekesalan setelah mendengar adanya arahan Prof Eddy Mulyadi selaku anggota 3, sepotong ini betul," tanya jaksa.

"Yang saya ungkapkan kepada seseorang yang tidak saya kenal," sambung jaksa lagi.

"Saya memang ketika itu tidak ingat siapa itu dan terkait dengan ini saya ragu itu saya yang merekam karena filenya adalah file kepencet. Saya mantan kabiro TI menjadi agak lucu saya seakan-akan merekam itu tanpa sengaja terus saya kasih file kepencet," jelas Rochmadi.

Rochmadi menyebut ungkapan itu merupakan ungkapan kekesalannya. Namun dia lupa kepada siapa dia mengungkapkan kekesalan itu

"Saya hanya kesal saat itu," jawabnya.

Dalam sidang sebelumnya, anggota auditor VII BPK Eddy Moelyadi mengaku pernah memberikan telepon seluler (ponsel) iPhone 7 kepada anak buahnya, Rochmadi Saptogiri. Eddy memberikan ponsel itu lantaran Rochmadi sulit dihubungi. Dia mengaku kaget jika rekaman telepon itu sudah dilakukan Rochmadi selama 2,5 tahun. Total rekaman itu 29 jam.
(ams/dhn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed