DetikNews
Rabu 04 Oktober 2017, 14:10 WIB

Cerita Mangku Kari Saat Naik ke Kawah Gunung Agung

Prins David Saut - detikNews
Cerita Mangku Kari Saat Naik ke Kawah Gunung Agung Foto: Pemuka agama Hindu-Bali, Jro Mangku Kari, naik ke Gunung Agung saat berstatus awas. Fotografer: Prins David Saut/detikcom
Karangasem - Warga Desa Temukus, Karangasem, Jro Mangku Kari, bersama keponakannya menaiki kawah Gunung Agung pada 29 September 2017 lalu. Banyak hal yang ia lihat di kawah gunung yang berstatus awas tersebut.

"Saya melihat ke kawah, ada asap dan bunyi-bunyi seperti letusan dari lubang yang mengeluarkan asap itu," kata Mangku Kari kepada detikcom di Pos Pengungsian Banjar Sibakan, Karangasem, Bali, Rabu (4/10/2017).

Mangku Kari lalu menghitung jumlah titik lubang berasap sulfatara tersebut. Sedikitnya ada 11 titik lubang dan ia juga melihat rekahan yang sangat panjang di tengah kawah.

"11 Titik itu 8 di antaranya hanya kecil-kecil saja dengan asap sangat tipis. Lalu 3 titik lainnya sangat besar dan asapnya tebal sekali seperti ditiup dari dalam," ujar Mangku Kari.



Pria yang berprofesi sebagai pemuka agama Hindu-Bali itu menyatakan adanya suara seperti mesin pesawat dari satu titik yang paling besar. Titik paling besar di antara 10 lainnya itu mengeluarkan asap sangat tebal dan cukup tinggi.

"3 Titik yang besar itu berada di posisi timur laut kawah. Salah satunya adalah asapnya keras banget. Saya juga lihat ada cairan yang berwarna kuning di kawah dan katanya itu belerang," ucap Mangku Kari.



Walau melihat hal-hal tersebut dan memasuki zona merah tanpa izin, Mangku Kari mengaku baru pertama kali seumur hidupnya menaiki kawah Gunung Agung. Ia tidak merasa khawatir atau takut, yang ada hanyalah perasaan tenang di hatinya.

Mangku Kari berkisah ketika mendaki ke kawah dari Desa Temukus, ia melewati hutan-hutan. Ketika berada di hutan tersebut, ia melihat kera-kera, beragam serangga dan hewan lainnya hidup seperti biasa.

"Saya sempat ketemu rombongan kera di pepohonan dan di tanah. Mereka tampak seperti biasa saja," ujar Mangku Kari.

Melihat hal tersebut, Mangku Kari menjadi semakin tenang menapaki Gunung Agung hingga mencapai kawah. Ia lalu sembahyang dan mendokumentasikan kondisi kawah jika dibutuhkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

"Saya tidak tahu tentang video itu menjadi viral. Saya sudah pesan sama keponakan saya yang ikut mendampingi agar jangan sampai diketahui orang lain karena bisa diikuti orang-orang.Tapi saya terima dengan baik apapun perkataan orang kepada saya," ucap Mangku Kari.

"Niat saya (naik ke kawah) adalah untuk sembahyang, saya berdoa memohon agar semua umat dan makhluk diselamatkan. Itu permintaan saya, itu tujuan saya. Perasaan saya tetap tenang sampai kembali ke bawah," ungkap Mangku Kari.


(vid/rvk)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed