Gerindra Santai Elektabilitas Prabowo Beda 13% dengan Jokowi

Gerindra Santai Elektabilitas Prabowo Beda 13% dengan Jokowi

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Selasa, 03 Okt 2017 16:13 WIB
Gerindra Santai Elektabilitas Prabowo Beda 13% dengan Jokowi
Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto. (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - Menjelang Pilpres 2019, elektablitas Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto kian tergerus. Meski demikian, partai berlambang kepala Garuda itu tidak panik.

Hasil survei yang dimaksud ialah milik Median. Politikus Gerindra Nizar Zahro menyebut hasil survei itu dijadikan Gerindra sebagai cermin untuk meningkatkan elektabilitas Prabowo.

"Kalau saya baca itu kan bedanya 23 persen (Prabowo) dengan 36 persen ya (Jokowi), 13 persen. Tapi Partai Gerindra yang sudah 6 program aksi yang 2014 sampai 2019 itu akan kita masukkan," ujar Nizar di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (3/10/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau dari kita sendiri pasti dalam 1-2 bulan ke depan sampai 2019 kurvanya akan pelan-pelan. Jadi survei Median juga sebagai masukan bagi kita apa penyebab turunnya," imbuhnya.

Nizar mengatakan Gerindra punya cara agar elektabilitas Prabowo terus menanjak menjelang Pilpres 2019. Salah satunya fokus pada isu pemberantasan korupsi.

"Ya pemberantasan korupsi, pemerintahan yang bersih, kemudian membangun infrastruktur, dan juga membangun sumber daya alam untuk keperluan masyarakat, itu harus dimasifkan dulu. Jadi kalau Pak Prabowo tetap harus internal kader dulu, setelah itu mengkampanyekan 6 program aksi," tutur Nizar.

Nizar tak terlalu memusingkan perbedaan elektabilitas Prabowo dan Jokowi. "Saya pikir nggak masalah karena hanya beda 13 persen ini dengan incumbent. Tapi kita tidak memungkiri survei itu kemungkinan ada calon alternatif yang diinginkan masyarakat," jelasnya.

Nizar juga membandingkan elektabilitas Jokowi dengan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Menurutnya, elektabilitas Jokowi semestinya di atas 50 persen karena berstatus petahana.

"Mestinya incumbent pemerintah dalam 2 tahun setengah bisa naik 50 sampai 80 persen. Jadi zaman Pak SBY itu kalau incumbent itu bisa di atas 50 persen," ujarnya.

Survei Median menunjukkan elektabilitas dua capres yang berlaga di Pilpres 2014 itu dalam posisi turun. Median menyimpulkan bisa jadi lahir tokoh alternatif dalam Pilpres 2019, dengan memanfaatkan rendahnya elektabilitas keduanya.

Berikut ini hasil elektabilitas capres versi survei Median:

1. Jokowi 36,2%
2. Prabowo 23,2%
3. SBY 8,4%
4. Anies Baswedan 4,4%
5. Gatot Nurmantyo 2,8%
6. JK 2,6%
7. Hary Tanoesoedibjo 1,5%
8. Aburizal Bakrie (Ical) 1,3%
9. Ridwan Kamil 1,2%
10. Tri Rismaharini 1,0%

Tokoh lainnya 4,1%
Tidak tahu/tidak jawab 13,3%

Survei ini digelar pada 14-22 September 2017 dengan sampel 1.000 responden di seluruh provinsi di Indonesia. Metode survei menggunakan multistage random sampling dengan margin of error +/- 3,1% dan tingkat kepercayaan 95%. Quality control dilakukan terhadap 20% sampel yang ada. (gbr/nvl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads