Jokowi Ingin Perkuat BPOM Agar Pengawasan Lebih Intensif

Danu Damarjati - detikNews
Selasa, 03 Okt 2017 14:22 WIB
Foto: Presiden Jokowi (Biro Setpres)
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi perhatian serius terhadap masalah penyalahgunaan obat yang marak terjadi akhir-akhir ini. Dia ingin Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) diperkuat demi kerja-kerja yang lebih baik.

"Kita melihat ada kelemahan di UU-nya" kata Jokowi kepada wartawan di sela acara 'Pencanangan Aksi Nasional Pemberantasan Obat Ilegal dan Penyalahgunaan Obat' di Bumi Perkemahan Wisata Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (3/10/2017).

Menurut Jokowi, BPOM perlu punya kewenangan pengawasan yang lebih baik. Rekomendasi dari BPOM terhadap pihak terkait juga harus dipatuhi, soalnya ini demi kehidupan masyarakat yang terjaga dari penyalahgunaan obat.

"(Diperkuat) Dengan Undang-Undang, agar pengawasannya lebih bisa intensif dan yang diberi rekomendasi betul-betul menjalankan rekomendasinya. Percuma diawasi, dikontrol, dicek, tapi rekomendasinya nggak dipakai," tutur Jokowi.

Kasus penyalahgunaan obat PCC, tramadol, hingga zenith menjadi marak dan memakan korban. Ini adalah ancaman bagi bangsa Indonesia.

"Yang namanya obat ilegal, penyalahgunaan obat, sudah menjadi ancaman besar bangsa ini dalam menyiapkan Sumber Daya Manusia ke depan. Betul-betul sebuah ancaman yang besar, ujar Jokowi.

Maka, Jokowi berharap pihak terkait bisa serius memperhatikan soal ini, yakni Kementerian/Lembaga terkait, juga Polri, Kejaksaan, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Kementerian Kesehatan.

"Jangan menganggap enteng, remeh, yang terkait obat ilegal dan penyalahgunaan obat," ujar Jokowi. (dnu/idh)