DetikNews
Selasa 03 Oktober 2017, 13:40 WIB

PVMBG Sudah Siapkan Skenario Terburuk untuk Gunung Agung

Prins David Saut - detikNews
PVMBG Sudah Siapkan Skenario Terburuk untuk Gunung Agung Gunung Agung (David Saut/detikcom)
Karangasem - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) sudah menyiapkan skenario terburuk untuk Gunung Agung jika bererupsi. Skenario yang disiapkan mulai dari zona pengungsian hingga evakuasi.

"Kita sudah punya skenario-skenario yang kita siapkan bersama BNPB dan stakeholders lainnya. Yang penting justru tetap pada arahan dari pemerintah, saat ini zona merah radius 9 km dan 12 km sektoral. Masyarakat di luar itu bisa beraktivitas seperti biasa," kata Kepala Sub-Bidang Mitigasi Pemantauan Gunungapi Wilayah Timur PVMBG Devy Kamil di Pos Pengamatan Gunung Agung, Karangasem, Bali, Selasa (3/10/2017).

Skenario yang telah disiapkan tersebut termasuk dengan rencana-rencana penambahan radius zona merah. Skenario ini belum digunakan karena data dari aktivitas Gunung Agung tidak menunjukkan adanya peningkatan yang sangat signifikan sejak berstatus awas 11 hari lalu.

"Karena apa yang kita lakukan ini sudah melalui kalkulasi saintifik dan bukan hasil nujum. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir," ujar Devy.

Penambahan zona merah tersebut tidak bisa sembarangan karena harus melalui penghitungan berdasarkan data dan simulasi letusan. Walau begitu, PVMBG telah melakukan over-estimate jika terjadi erupsi Gunung Agung sehingga bisa meminimalkan dampak secara maksimal.

"Kita sudah lakukan over-estimate, artinya mensimulasikan letusan dengan ketinggian sekian serta wilayah terdampak berdasarkan alasan-alasan ilmiah. Jadi kalau terjadi letusan, andaikan, saat ini maka masih dalam koridor aman," ucap Devy.




"Tapi kalau letusan lebih besar terjadi, skenarionya sudah ada. Tapi ini kita terlalu dini membicarakan itu, bisa juga letusan tidak terjadi. Harapan kita kalau meletus ya kecil-kecil saja," pungkasnya.

Besar-kecilnya erupsi Gunung Agung, ditambahkan Devy, tergantung perbandingan suplai tekanan gas dari magma dan keluarannya. Semakin besar keluaran gas dan semakin berkurangnya suplai bisa mengurangi skala erupsi gunung setinggi 3.142 mdpl itu.

"Kalau suplai yang masuk lebih kecil dari yang keluar kan bisa jadi magma tertahan dan tidak terjadi letusan. Kita harus ambil asumsi yang terburuk jadi lebih siap. Kalaupun tidak meletus, ya kita juga siap," ungkap Devy.
(vid/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed