"Saya kira presiden kita demokratis sekali, dia memberikan kebebasan kepada para menteri. Tapi saya kadang-kadang melihat menteri ini lupa mereka ini pembantu presiden," ujar Roem di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (3/10/2017).
Menurut Roem, Jokowi fokus membangun infrastruktur dan memperbaiki kehidupan masyarakat. Oleh karena itu sudah sepantasnya para menteri membantu Jokowi dengan tidak memperkeruh suasana melalui statemen yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
"Kadang juga saya lihat para menteri ada masalah teknis seperti jumlah pembelian senjata berbeda. Saya kira ini perlu diluruskan kemudian juga sinkronisasi antara para menteri pembantu presiden fokus. Jangan mengeluarkan statement kalau itu belum mendapat konfirmasi," tegas Roem.
Roem melihat sudah seharusnya ada evaluasi kepada para menteri. Para menteri, kata dia, harus dapat membantu Jokowi dengan sebaik-baiknya.
"Saya melihat individualisme dari pada kementerian ini masih berjalan. Saya kira ini perlu dievaluasi kembali. Saya kira ini penting karena kita mengelola uang negara sangat besar, Rp 2 T lebih," ucapnya. (gbr/dkp)











































