Bareskrim akan Periksa Bendahara Tamasya Al-Maidah soal Saracen

Audrey Santoso - detikNews
Selasa, 03 Okt 2017 09:57 WIB
Foto: Gedung Bareskrim Polri (Ari Saputra-detikcom)
Jakarta - Penyidik Bareskrim Polri akan memeriksa dua orang bendahara Tamasya Al Maidah, Dwiyani alias Tetet Sito dan Trihasi Riandini Sito, terkait kasus Saracen. Keduanya akan diperiksa sebagai saksi.

"Jadi kemarin kita memanggil Bendahara Saracen atas nama Retno, kemudian ada dua orang lagi yang berkaitan dengan yang bersangkutan itu atas nama Dwiyani dan satunya lagi Riandini, itu bendaharanya Tamasya Al Maidah," kata Kasubdit I Direktorat Tindak Pidana Korupsi, Kombes Irwan Anwar, saat dihubungi detikcom, Selasa (3/10/2017).

Dwiyani dan Riandini harusnya diperiksa kemarin (2/10). Mereka sudah dua kali tidak memenuhi panggilan polisi. "Yang di Boyolali itu Retno. Riandini sudah dipanggil dua kali tapi katanya diare," ujar Irwan.

Menurut Irwan, kabar Riandini diare disampaikan pengacaranya. "Yang bilang dia diare, penasehat hukumnya. Kita minta mana buktinya kalau dia sakit," ucap Irwan.

Sebelumnya diberitakan, perempuan yang disebut-sebut bendahara Saracen, Mirda alias Retno, tidak memenuhi panggilan polisi. Selain Retno, ada Dwiyani dan Trihasi Riandini yang juga dipanggil untuk diperiksa dan tak hadir.

Ketika ditanya peran Dwiyani dan Trihasti dalam perkara Saracen, polisi hanya mengungkapkan dugaan kuat polisi atas keterkaitan mereka dengan Saracen.

"Yang pasti terkaitlah," ujar Kasubbag Ops Satgas Patroli Siber Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, AKBP Susatyo, kemarin.

Pengacara Eggi Sudjana pun telah diperiksa polisi pada Rabu (25/9). Eggi diperiksa karena namanya tertera dalam struktur pengurus Saracen.

Dalam kasus Saracen, polisi telah menetapkan 4 tersangka, yakni Jasriadi, Sri Rahayu Ningsih, Muhammad Faisal Tonong, dan MAH. Terakhir polisi mengamankan seorang perempuan, Asma Dewi, karena ujaran kebencian. (aud/idh)