DetikNews
Senin 02 Oktober 2017, 19:17 WIB

Djarot: Target Revitalisasi TIM Diresmikan Sebelum 15 Oktober

Yulida Medistiara - detikNews
Djarot: Target Revitalisasi TIM Diresmikan Sebelum 15 Oktober Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat (Foto: Muhammad Fida Ul Haq/detikcom)
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengatakan revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM) akan diresmikan dalam waktu dekat. Ia menargetkan revitalisasi itu diresmikan sebelum tanggal 15 Oktober atau akhir masa jabatannya.

"Revitalisasi TIM itu waktu dekat ya. Kalau bisa sih kita kejar sebelum tanggal 15. Sudah berjalan (revitalisasi). Mudah-mudahan sebelum tanggal 15 Oktober selesai kita resmikan," kata Djarot, di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (2/10/2017).

Hari ini, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menggandeng Pemprov DKI untuk merevitalisasi TIM. Memorandum of Understanding (MoU) itu untuk mengembangkan ekonomi kreatif di DKI.

"Alhamdulillah siang ini Pemda DKI dan Bekraf akhirnya menandatangani nota kesepahaman. Di bidang ekonomi kreatif yang sebenarnya sudah kami idam-idamkan agar segala potensi ekonomi kreatif yang ada di DKI, bisa bersama kami kelola dan kembangkan karena bagi kami adalah sebuah contoh bagaimana sebetulnya akses mudah sumber-sumber gagasan banyak," kata Kepala Bekraf Triawan Munaf.

Dia mengatakan Jakarta bisa ditiru daerah lain dalam pengembangan ekonomi kreatif bila telah berkembang. TIM nantinya akan difokuskan untuk pengembangan seni pertunjukan dan aneka ekonomi kreatif lainnya yang telah melalui proses akurasi terlebih dulu.

Beberapa sektor yang bisa dikembangkan misalnya seni pertunjukan, film, kuliner, fashion, design grafis, dan desain interior. Ia menegaskan pengembangan perekonomian kreatif harus ada nilai tambah bagi setiap produk.

"Di TIM lah kami bisa memamerkan seluruh ekonomi kreatif Indonesia yang bagus-bagus, yang sudah dikurasi. Kalaupun ada produk kuliner, harus tidak kalah dengan Starbucks secara image. Jadi tidak hanya membuat produk, tetapi mengemasnya dan memberikan added value, itu yang selama ini kita kurang," ucapnya.
(yld/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed