Soal Kans Djarot di Jatim, PPP: Makin Banyak Calon Makin Bagus

Pilgub Jatim 2018

Soal Kans Djarot di Jatim, PPP: Makin Banyak Calon Makin Bagus

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Senin, 02 Okt 2017 16:10 WIB
Soal Kans Djarot di Jatim, PPP: Makin Banyak Calon Makin Bagus
Wasekjen PPP Achmad Baidowi (Foto: Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menyambut positif sikap PDIP yang membuka lebar peluang bagi Djarot Saiful Hidayat untuk berlaga di Pilgub Jawa Timur 2018. PPP menyambut baik apabila Pilgub Jatim diisi oleh banyak cagub yang berlaga.

"Semakin banyak calon semakin bagus bagi warga Jatim yang menunjukkan bahwa tidak ada krisis calon pemimpin di Jatim. Yang pertama, kita menghindari calon tunggal," ujar Wasekjen PPP Achmad Baidowi dalam keterangannya, Senin (2/10/2017).

"Yang kedua, kalau ada calon lebih dari dua pasang, justru bagus agar publik tidak terkonsentrasi hanya pada dua paslon yang bisa menimbulkan gesekan di bawah. Tepatnya kalau lebih dari dua paslon, gesekan horizontal berkurang," imbuh pria yang akrab disapa Awiek ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Awiek mengatakan peta politik di Jawa Timur cukup dinamis dengan munculnya wacana pasangan calon yang akan berlaga di Pilgub Jatim. Awiek mengatakan Pilgub Jatim cukup menjadi tantangan bagi para partai politik karena masyarakatnya yang multikultural.

Awiek menjelaskan peta sosial-politik di Jawa Timur terbagi menjadi dua wilayah, yakni Mataraman dan Tapal Kuda. Hal ini, kata Awiek, juga jadi tantangan bagaimana agar parpol menerapkan strategi yang tepat untuk memenangkan Pilgub Jatim.

"Wilayah Tapal Kuda pun masih terbagi antara Madura, Jawa dan pendalungan (perpaduan Jawa-Madura), belum lagi yang Mataraman juga terbagi lagi ke dalam beberapa entitas," jelas dia.

Anggota Komisi II DPR ini mengatakan hingga saat ini baru Saifullah Yusuf alias Gus Ipul yang hampir pasti berangkat dengan kekuatan 20 persen kursi PKB di DPRD. Jawa Timur sebagai basis pemilih NU, menurut dia, tentu parpol akan melakukan kalkulasi politik yang matang, termasuk PPP.

Karena PPP tak punya cukup kursi untuk mengusung sendiri calon, Awiek menegaskan PPP akan menjajaki kemungkinan koalisi dengan partai yang akan mengusung Khofifah. Awiek menyebut keputusan PPP untuk Pilgub Jatim akan dibulatkan akhir bulan ini.

"PPP sendiri karena tak punya kecukupan kursi, maka harus berkoalisi, di antaranya menjajaki komunikasi dengan parpol yang akan mengusung Khofifah. Akhir bulan ini Insyaallah sudah ada keputusan dari PPP kepada siapa rekomendasi turun," tegas Awiek. (gbr/dkp)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads