"Kalau PDIP usung Djarot itu sesuatu yang tentatif dan Djarot kan sudah punya pengalaman di Jakarta. Saya kira bagus juga kalau Djarot didorong oleh PDIP, bagus juga meningkatkan kontestasi dan pilihan di Jatim," kata Ketua DPP PAN Yandri Susanto saat dihubungi wartawan, Senin (2/10/2017).
Baca juga: Peluang Djarot ke Pilgub Jatim Terbuka Lebar |
Yandri mengaku PAN menyambut positif wacana itu. Namun, untuk urusan usung-mengusung, Yandri menegaskan itu hal yang berbeda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yandri Susanto (Lamhot Aritonang/detikcom) |
Menurut Yandri, selama belum ada keputusan final, apa pun dapat terjadi dalam dunia perpolitikan. Lebih lanjut, Yandri menegaskan, jika Djarot maju dalam Pilgub Jatim, masyarakat Jatim akan punya alternatif pemimpin selain Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Mensos Khofifah Indar Parawansa, yang lebih dulu digadang maju bertarung.
"Itu positif menurut saya untuk martabat demokrasi kemudian alternatif warga Jatim. Itu bagus kalau PDIP mengajukan alternatif di antara dua kutub yang hari ini cukup kuat antara Gus Ipul dan Khofifah," sebut Yandri.
"Pasangan yang ketiga mungkin Jatim akan lebih adem. Jadi persaingannya lumayan bagus, tidak dihadap-hadapkan dengan dua kubu," imbuhnya.
Akhir pekan ini, Djarot kedapatan bertemu dengan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Ada spekulasi yang menyebutkan Djarot akan maju ke Pilgub Jatim 2018.
Sebagai partai tempat Djarot bernanung, PDIP mengatakan peluang kadernya terbuka untuk Pilgub Jatim. Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno sembari bergurau menjabarkan soal peluang itu.
"Gini lho, segala sesuatu masih dimungkinkan sampai kartu dikeluarkan dan dibuka. Jadi belajar politik itu ibarat belajar catur," ujar Hendrawan.
"Jangankan Pak Djarot, Bill Clinton pun mungkin saja," guraunya. (gbr/tor)











































Yandri Susanto (Lamhot Aritonang/detikcom)