Hayono Merapat ke Hadi Utomo

Bursa Kandidat Ketua Umum PD

Hayono Merapat ke Hadi Utomo

- detikNews
Minggu, 22 Mei 2005 14:34 WIB
Denpasar - Setelah terjungkal dari bursa kandidat Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat (PD), Hayono Isman merapatkan barisan ke kubu Hadi Utomo, adik ipar Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)."Saya melihat yang lebih mampu membawa Partai Demokrat demokratis, bersih, tertib dan santun adalah kandidat Hadi Utomo," kata Hayono dalam jumpa pers di Sector Bar, yang hanya berjarak beberapa meter dari lokasi kongres, Hotel Inna Grand Bali Beach, Sanur, Bali, Minggu (22/5/2005).Mantan Menpora di era Orde Baru itu berharap, dukungan kepada adik ipar SBY ini akan diikuti oleh para pendukungnya. Sebelumnya, saat mendekrasikan pencalonnya di Surabaya, Jawa Timur, Hayono mengaku didukung oleh 27 DPC dan 9 DPD. "Saya berharap para pendukung saya yang selama ini dengan susah payah memberikan dukungan kepada saya dapat mempertimbangkan Pak Hadi Utomo sebagai ketum. Aspirasi keinginan saya begitu, belum tentu diikuti dengan pendukung saya. Paling tidak dipertimbangkanlah," harapnya. Meski demikian, imbauan itu tidak menjamin para pendukung Hayono akan memberikan suaranya kepada Hadi Utomo. Karena Hayono menyerahkan pilihan sepenuhkan pada hati nurani. Mantan aktivis Kosgoro ini mengku tidak mendapat kompensasi apa pun terkait dukungannya kepada kubu Hadi. "Tidak ada kompensasi saya dengan beliau. Kalau Hadi terpilih, saya senang menjadi anggota biasa. Kalau Dewan Pembina, saya cukup gembira. Saya pikir itu baik," tanggap Hayono.Hayono legowoMeski kecewa karena terdongkel dari bursa kandidat Ketum PD, Hayono mengaku legowo. Hayono menerima dan mengakui keputusan kongres PD yang membuat ia terpaksa mundur dari kandidat Ketum itu. "Sebagai manusia biasa kecewa. Sebagai kader belajar untuk legowo, karena itu keputusan kongres," ujar Hayono. Meski demikian, Hayono berharap agar kejadian ini tidak terulang lagi. Ia berharap agar kongres yang akan dilangsungkan lima tahun ke depan tidak mengulang kejadian itu. Sebelumnya, Hayono terjegal dari bursa kandidat Ketum karena Sidang Pleno I PD telah mengetok palu syarat ketum PD. Dalam pasal 27 ayat 7, tatib mensyaratkan calon ketum PD harus pernah aktif dalam kepengurusan minimal satu tahun. Dengan ditetapkannya syarat itu, otomatis Sutiyoso dan Hayono Isman gagal bersaing dalam pencalonan. Keduanya belum pernah masuk dalam kepengurusan dan baru saja bergabung dengan PD menjelang kongres. Hayono menilai penetapan syarat telah melanggar AD/ART partai. "Saya tidak bisa masuk, karena dijegal oleh tatib yang tidak konstitusional," sesalnya. (dni/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads