DetikNews
Senin 02 Oktober 2017, 14:15 WIB

Cerita Pengungsi Gunung Agung Rindu Kerja Demi Biayai Kuliah Anak

Ibnu Hariyanto - detikNews
Cerita Pengungsi Gunung Agung Rindu Kerja Demi Biayai Kuliah Anak Foto: Pasutri I Made Sudana dan Ni Wayan Simpen sudah 10 hari mengungsi di Karangasem.Fotografer: Ibnu Hariyanto/detikcom
Karangasem - Pasutri I Made Sudana dan Ni Wayan Simpen sudah 10 hari tinggal di pengungsian di Karangasem, Bali, mengantisipasi letusan Gunung Agung. Mereka kini rindu pulang dan bekerja lagi.

Ketidakpastian Gunung Agung akan meletus membuat sebagian warga sekitar gunung tersebut harus mengungsi cukup lama meninggalkan kampung halaman mereka.

"Sudah hampir 10 hari, kami mau pulang cepat," kata Wayan Simpen di Pos Pengungsian Lapangan Ulakan, Karangasem, Bali, Senin (2/10/2017).

Wayan Simpen beralasan jika terus berada di pengungsian maka dia dan suami tidak bisa berjualan. Dengan begitu, mereka tidak bisa mengirim uang untuk anaknya yang sedang kuliah di Jakarta.

"Secepat segera kembali biar bisa usaha (jualan) bekerja untuk menanggung biaya anak dan kirim anak uang. Sementara ini belum bisa, paling nanti pinjem sama kakak," beber dia.

Keinginan Wayan Simpen untuk pulang ke rumah belum mendapat restu dari pemerintah Karangasem. Sebab, Wayan Simpen bersama keluarga tinggal di radius 10 km dari kawah Gunung Agung.

"Sekitar 10 Km dari kawah (Gunung Agung)," ujar dia.

Ketika disinggung soal kehidupan selama di pengungsian, Wayan Simpen mengaku serba berkecukupan. Dia merasa nyaman di tempat pengungsian. "Cukup bantuan (di pengungsian) tapi sebenarnya pengen cepat pulang," kata dia.



(ibh/aan)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed