DetikNews
Senin 02 Oktober 2017, 12:57 WIB

Ungkap Kejahatan, Polres Jaksel Dapat Penghargaan Kedubes Korsel

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Ungkap Kejahatan, Polres Jaksel Dapat Penghargaan Kedubes Korsel Foto: Kedutaan Besar Korea Selatan (Korsel) untuk Indonesia memberi penghargaan kepada Polres Jakarta Selatan. (Kanavino/detikcom)
Jakarta - Kedutaan Besar Korea Selatan (Korsel) untuk Indonesia memberi penghargaan kepada Polres Jakarta Selatan. Penghargaan diberikan karena telah berhasil mengungkap kasus kejahatan yang dialami oleh warga negara (WN) Korsel.

"Kedubes Korea Selatan mengunjungi Polres Jakarta Selatan untuk memberikan piagam penghargaan atas nama Duta Besar Korea Selatan untuk menyampaikan terima kasih sudah menyelesaikan kasus yang terjadi di kawasan Jakarta Selatan, yang mana warga Korea terlibat di dalamnya, dengan teliti dan cepat," kata Atase Polisi Kedubes Korsel, Jeong Jicheon, di Mapolres Jaksel, Jalan Wijaya, Kebayoran Baru, Senin (2/10/2017).
Ungkap Kejahatan, Polres Jaksel Dapat Penghargaan Kedubes KorselFoto: Atase Polisi Kedubes Korsel, Jeong Jicheon mengungkapkan pihaknya akan terus bekerja sama dengan kepolisian agar WN Korsel terhindar dari kasus kejahatan. (Kanavino/detikcom)

Jeong mengungkapkan pihaknya akan terus bekerja sama dengan kepolisian agar WN Korsel terhindar dari kasus kejahatan. Menurutnya, WN Korsel yang berada di Jakarta saat ini berjumlah kurang lebih 15 ribu. Jumlah itu menjadikan WN Korsel sebagai salah satu warga negara asing (WNA) yang paling banyak tinggal di Indonesia.

"Karena kawasan Jakarta Selatan termasuk salah satu kawasan yang paling banyak warga Korea, maka kerja sama antar kedua pihak ada, semakin lama, semakin meningkat. Untuk saat ini dari Kedubes jika ada informasi yang dibutuhkan oleh Polres Jakarta Selatan kami bersedia untuk memberikan. Dan Polres Jakarta Selatan juga selalu membantu," ungkapnya.

Sementara itu, Kapolres Jakarta Selatan Kombes Iwan Kurniawan berterima kasih atas penghargaan yang telah diberikan oleh pihak Kedubes Korsel. Komunikasi yang intensif memang telah dijalin sebelumnya untuk mencegah kejahatan terhadap WN Korsel.

"Kita merespons dengan cepat dan juga berikan pelayanan dan Alhamdulillah pelaku-pelakunya ketangkap," tuturnya.

Iwan juga menerangkan kejahatan yang menimpa WNA akan memberikan dampak terhadap sistem keamanan di Indonesia. Citra Indonesia sebagai negara damai dan aman, kata Iwan, harus selalu dijaga.

"Oleh sebab itu kalau ada kasus yang menimpa warga negara asing ini kan cuma jambret bisa membawa dampak terhadap sistem keamanan di Indoensia. Karena itu, kita concern betul untuk mengungkap kasus itu dan menjamin jangan sampai mereka menjadi korban. Karena keamanan ini penting," terangnya.

Salah satu kasus yang diungkap Polres Jaksel adalah perampokan terhadap WN Korsel bernama Nam Gun pada Maret 2017. Korban saat itu hendak pergi ke Cilandak menggunakan taksi.

Korban justru dirampas ponselnya karena tak memberikan tarif yang diminta oleh pelaku. Tarif yang diminta lebih tinggi dari tarif biasanya.

Pelaku bernama Madon Yusuf akhirnya berhasil dibekuk oleh polisi setelah sempat melarikan diri. Madon disangka pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan.
(knv/nvl)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed