DetikNews
Senin 02 Oktober 2017, 11:08 WIB

Pilgub Jabar 2017

Kini Golkar Pertimbangkan Duet Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi

Elza Astari Retaduari - detikNews
Kini Golkar Pertimbangkan Duet Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi Dedi Mulyadi (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - Setelah memanas karena masalah mahar seperti yang diungkapkan Dedi Mulyadi, kini Partai Golkar mulai mempertimbangkan kemungkinan baru di Pilgub Jawa Barat. Golkar mulai menghitung simulasi mengusung Deddy Mizwar (Demiz)-Dedi Mulyadi.

"Kalau Demiz (Deddy Mizwar) dilepas Gerindra, menarik juga kalau kita wacanakan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi," ujar Wakil Sekjen Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Jawa I Partai Golkar, Ratu Dian Hatifah, Senin (2/10/2017).

Golkar hanya memiliki 17 kursi di DPRD Jabar dan harus berkoalisi dengan partai lain bila ingin mengusung pasangan. Ratna menyebut Golkar bisa berkoalisi dengan partai-partai kawan.


"Tinggal nambah 4 kursi, kita bisa komunikasi dengan partai-partai yang ada, misal Hanura dan PAN," tuturnya.

Golkar sudah mensimulasikan sejumlah pasangan. Pertama adalah mengusung Dedi Mulyadi sebagai kadernya dan akan dipasangkan dengan wakilnya dari PDIP. Lalu ada juga simulasi pasangan Ridwan Kamil dengan kader Golkar lainnya, Daniel Mutaqien.

"Dan untuk simulasi mengusung Ridwan Kamil, calon wakil yang disiapkan Golkar selain Daniel tentu juga figur Dedi Mulyadi selaku Ketua DPD I Golkar Jabar," kata Hatifah.

Menurut Hatifah, Pantai Golkar serius menganalisis berbagai simulasi itu karena menempatkan Jabar sebagai basis strategis yang harus dimenangi. Apalagi Golkar adalah basis yang menyumbang basis suara nasional dalam pemilu lalu, yakni sebesar 19 persen.


Karena itu, pertimbangan untuk memenangi Pilkada 2018 menjadi sangat penting sehingga dalam menentukan calon benar-benar dilihat potensi kemenangannya. Hatifah menyebut Demiz memiliki elektabilitas yang cukup tinggi untuk diusung.

"Deddy Mizwar di survei bagus, begitu juga Dedi Mulyadi. Makanya kita berpikiran bagaimana ini bisa dipasangkan. Soal siapa yang nomor satu dan siapa calon wakil, nanti bisa dianalisis bagaimana potensinya dan itu saya kira bisa dikomunikasikan," paparnya.


Ratna mengatakan, walaupun hasil survei sangat penting dalam mempertimbangkan kandidat, potensi juga menjadi pertimbangan penting di pilkada. Dia melihat potensi pasangan Daddy Mizwar-Dedi Mulyadi benar-benar akan dikalkulasikan, termasuk kalkulasi dengan partai apa nanti berkoalisi.

"Jadi posisi sekarang kita masih tahap mematangkan opsi-opsi yang disimulasikan itu. Sebagaimana disampaikan Sekjen Partai Golkar Pak Idrus Marham, kita belum ada keputusan final soal siapa yang diusung," tutur Ratna.

"Kita kalkulasi pasangan mana yang potensi memangnya besar dan di situ ada salah satu kader Golkar di dalamnya," imbuh dia.
(elz/van)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed