"Gini lho, segala sesuatu masih dimungkinkan sampai kartu dikeluarkan dan dibuka. Jadi belajar politik itu ibarat belajar catur," ujar Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno kepada wartawan, Senin (2/10/2017).
"Jangankan Pak Djarot, Bill Clinton pun mungkin saja," guraunya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Djarot dan Anas di Banyuwangi (Adrian/detikcom) |
Jika Djarot maju sebagai cagub, ada kemungkinan PDIP tak jadi mengusung Saifullah Yusuf alias Gus Ipul sebagai cagub. Hendrawan enggan berandai-andai karena masa pendaftaran cagub Jatim masih lama, yakni Januari 2018.
"Pokoknya untuk partai besar, itu yang sekarang dikerjakan komunikasi politik, membangun kesamaan pandangan. Dan kadang-kadang minum kopi saja ada yang bilang sedang merancang sesuatu, padahal cuma minum kopi saja," imbuh anggota Komisi XI DPR ini.
Sebelumnya, Djarot dan Anas kedapatan sedang berbincang santai di Banyuwangi. Saat ditanya soal peluang maju dalam Pilgub Jatim, Djarot dan Anas ogah menanggapi hal tersebut.
"Saya ini ingin melihat destinasi wisata di Banyuwangi yang katanya indah. Dan memang saya ingin naik ke Ijen lihat blue fire," ujar Djarot di Banyuwangi, Jatim, Minggu (1/10). (dkp/tor)












































Djarot dan Anas di Banyuwangi (Adrian/detikcom)