Prosesi Waisak 2549/2005 Dimulai
Sabtu, 21 Mei 2005 22:35 WIB
Magelang - Rangkaian peringatan Waisak Nasional 2549/2005 hari ini dimulai. Air suci yang diambil dari mata air Umbul Jumprit Temanggung, disakralkan di dalam Candi Mendut Magelang Jawa Tengah sebelum dibawa menuju Candi Borobudur.Perayaan Waisak digelar oleh Perwalian Umat Budha Indonesia (Walubi). Prosesi pengambilan air suci dari lereng Gunung Sindoro yang dimulai pukul 10.00-13.00 WIB itu dipimpin Dewan Sangha dan Majelis-majelis Agama Budha.Air suci yang telah disimpan dalam ratusan kendi itu kemudian dibawa oleh umat Budha menuju Candi Mendut untuk diberkati. Setelah menempuh perjalanan selama dua jam, sekitar pukul 15.30 air suci tiba di pelataran candi.Di tempat itu dilakukan upacara serah terima air suci dari Ketua DPP Walubi Siti Hartati Murdaya kepada perwakilan majelis agama Budha. Air suci itu kemudian ditempatkan di depan altar Sang Budha yang ada di sisi selatan candi.Sebelum disimpan di dalam candi Mendut, mulai pukul 16.00-18.00 WIB dilakukan upacara pemberkatan oleh sembilan majelis agama Budha yang dipimpin oleh masing-masing Dewan Sangha secara bergantian.Yang pertama kali melakukan doa pemberkatan adalah Majelis Agama Budha Mahayana Indonesia yang dipimpin Bhiksu Dyanavira Mahastyavira. Setelah itu diikuti Agama Budha Theravada yang dipimpin Bante Wongsin Labhiko Mahathera dan kemudian oleh agama Budha Tantrayana sampai seterusnnya.Setelah selesai, para anggota Dewan Sangha kemudian melakukan prosesi Pradaksina, yakni mengelilingi candi sebanyak tiga kali sambil mengucapkan doa-doa. Prosesi itu diakhiri dengan disemayamkannya air suci di dalam candi depan patung Sang Budha.Siti Hartati kepada wartawan usai acara mengatakan, pada hari Minggu (22/5/2005) mulai pukul 10.00 WIB akan dilakukan prosesi pengambilan Api Dharma dari Mrapen Purwodadi Grobogan Jawa Tengah.Api Dharma juga dibawa menuju Candi Mendut untuk disakralkan bersama air suci sebelum dibawa menuju tempat upacara Puja Bhakti Waisak Nasional di Candi Borobudur pada Senin (23/5/2005) malam. Sedangkan detik-detik Waisak jatuh pada hari Selasa (24/5/20050) pukul 03.17 WIB lebih 18 detik.Selain menyuarakan semangat menghargai alam dan jiwa manusia, peringatan Waisak kali ini menyuarakan perlunya semangat mengembangkan rasa malu untuk berbuat jahat. Umat Budha harus takut terhadap akibat perbuatan jahat itu sehingga dapat membangun moral dan etika umat manusia.
(fab/)











































