Pantau Simulasi Pemilu, Bawaslu Nilai TPS Belum Ramah Difabel

Pantau Simulasi Pemilu, Bawaslu Nilai TPS Belum Ramah Difabel

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Sabtu, 30 Sep 2017 16:45 WIB
Pantau Simulasi Pemilu, Bawaslu Nilai TPS Belum Ramah Difabel
Suasana simulasi Pemilu di Bogor (Marlinda Oktavia Erwanti/detikcom)
Kabupaten Bogor - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) turut memantau simulasi Pemilu 2019 di Bogor. Bawaslu mengkritik soal bilik suara di tempat pemungutan suara (TPS) yang dinilai belum memadai bagi pengguna kursi roda.

"Saya kebayang kalau kursi roda itu memang bisa, tapi cuma agak susah. Apalagi kalau berderet, biliknya itu banyak. Dari mana mereka masuk dan lewat mana mereka keluar. Termasuk kalau ada orang milih," ujar komisioner Bawaslu Mochammad Afifuddin di Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jabar, Sabtu (30/9/2017).

Luas TPS turut menjadi perhatian Bawaslu. Bawaslu menilai calon pemilih masih berdesak-desakan di TPS saat pemungutan suara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini crowded kelihatannya. Termasuk daftar tunggu yang tadi itu agak crowded. Sekiranya memungkinkan, TPS itu harus kita bikin agak luas. Tapi masalahnya tergantung di daerah TPS yang mau kita bangun ada nggak tempat yang seluas itu," kata dia.

Soal kehadiran pengawas TPS, Bawaslu meminta pengawas TPS sudah hadir di lokasi sebelum pemungutan suara.

"Termasuk pengawas TPS yang sudah harus ada. Nah, ini perlu dipastikan apakah pengawas TPS sudah hadir atau tidak. Dari sisi menugaskan pengawas TPS, itu biar kami Bawaslu yang memaksa pasukan kami harus hadir dalam laporan pembukaan," tutur Afifuddin.

Sementara itu, komisioner KPU Ilham Saputra akan mempertimbangkan saran Bawaslu terkait TPS yang belum ramah difabel. KPU mengupayakan TPS supaya ramah difabel.

"Kita normakan pada peraturan KPU tentang penghitungan suara untuk pileg dan pilpres," ujar Ilham. (dkp/fdn)


Berita Terkait