Sekjen PBB Puji Diplomasi Menlu Retno untuk Pengungsi Rohingya

Sekjen PBB Puji Diplomasi Menlu Retno untuk Pengungsi Rohingya

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Sabtu, 30 Sep 2017 11:50 WIB
Sekjen PBB Puji Diplomasi Menlu Retno untuk Pengungsi Rohingya
Sidang Dewan Keamanan PBB soal Rohingya. Foto: dok. PTRI PBB
Jakarta - Indonesia telah mengirimkan sejumlah bantuan ke pengungsi Rohingya baik di Bangladesh maupun Myanmar. Sekjen PBB Antonio Guterres memuji peran Menlu RI Retno Marsudi dalam melakukan diplomasi ke kedua negara tersebut.

"Saya menyambut baik peran penting Menlu Retno Marsudi dari Indonesia dalam hal ini. Beliau telah mendorong pendekatan yang sejalan dengan tiga langkah yang telah saya tegaskan, dan juga yang didorong oleh banyak negara," kata Guterres dalam Sidang Dewan Keamanan PBB di New York pada Kamis, 28 September 2017 waktu setempat seperti keterangan tertulis oleh Perutusan Tetap RI di PBB, Sabtu (30/9/2017).

Ketiga langkah yang dimaksud Guterres adalah mendorong diakhirinya operasi militer, membuka akses bantuan kemanusiaan, dan pemulangan kembali pengungsi Rohingya dari Bangladesh ke Myanmar. Menurut Guterres, situasi di Rakhine State, Myanmar, semakin memburuk setelah kemunculan kelompok yang mengatasnamakan diri sebagai ARSA dan menyerang aparat Myanmar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



"Kekerasan di Rakhine, baik dilakukan oleh militer Myanmar atau pun elemen radikal, harus dihentikan," kata Guterres.

Menanggapi pernyataan Guterres, Dubes RI untuk PBB Dian Triansyah Djani menganggap ini merupakan bukti keberhasilan diplomasi RI. Indonesia akan berkomitmen untuk jadi solusi bagi permasalahan Rohingya.



"Komitmen Indonesia terhadap penyelesaian isu Rohingya akan semakin kuat, dan Indonesia mendorong kerjasama yang baik antara Myanmar dan aktor-aktor internasional secara sinergis demi penyelesaian yang terbaik bagi semua pihak," kata Djani.

Sebelumnya Inggris dan Swedia yang merupakan anggota DK PBB juga telah mengakui keberhasilan diplomasi ini. Sementara itu Senegal dan Kazakhstan berharap pula ASEAN sebagai komunitas yang menaungi Myanmar bisa ikut memberikan solusi. (bag/nvc)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads