Soal Mercy, Gubernur Riau Dihadiahi Keranda

Soal Mercy, Gubernur Riau Dihadiahi Keranda

- detikNews
Sabtu, 21 Mei 2005 14:51 WIB
Pekanbaru - Sebuah keranda mati diusung sekitar 100 mahasiwa sebagai hadiah untuk Gubernur Riau Rusli Zainal. Orang nomor satu itu dianggap sudah mati rasa. Tidak punya rasa malu, di tengah angka kemiskinan lebih dari 42 persen, Rusli berfoya-foya belanja Mercy di Jakarta.Pemberian hadiah peti mati untuk gubernur ini dilakukan mahasiswa yang mengatasnamakan Forum Komunikasi Mahasiswa Akademi dan Sekolah Tinggi se Riau (Forkamsi) , Sabtu (21/05/2005) di Kantor Gubernur Riau, Jl Sudirman, Pekanbaru.Kelompok mahasiswa ini mendesak gubernur yang pernah dekat dengan pedangdut Iyet Bustami ini untuk segara mengembalikan dua unit Mercy seharga Rp 2 miliar yang ada di kantor Penghubung Jl Otista Jakarta ke Riau. Setelah kembali ke daerah, mereka juga mendesak untuk segara dilelang."Pemberian keranda mati ini sebagai wujud kesedihan kami, karena gubernur kita sudah mati rasa, dan tak tahu malu. Bayangkan saja, jatah mobil dinas seorang menteri saja hanya dibatasi Toyota Camry seharga Rp 350 juta. Lantas mengapa Rusli Zainal malah menunjukkan kekayaan dengan Mercy yang notebene dari uang rayat," kata Bainal Ardi, staf Forkomasri di sela-sela aksi demo tersebut.Mereka menilai, dua tahun kepemimpinan Rusli Zainal dengan wakilnya Wan Abu Bakar tidak ada perubahan yang cukup signifikan di Riau. Program memberantas kemiskinan dan kebodohan yang selalu didengungkan Rusli, hanya sebatas jorgan di atas koran.Menuurt Bainal, sejak Mercy menjadi perbincangan hangat di Riau, DPRD Riau sudah memiliki sikap tegas meminta gubernur untuk segara melelang kedua unit Mercy itu. Tapi imbauan DPRD Riau itu tidak pernah digubris. Selain soal Mercy, mahasiswa juga menyoroti rencana anggota DPRD Riau yang akan mendapat jatah mobil dinas Nissan Terrano Kingsroad sebanyak 39 unit dengan nilai Rp 10 milar. Di mata mahasiswa, daripada harus membeli 39 unit Terrano, akan lebih baik dananya dialihkan untuk membeli 1.000 unit sepeda motor untuk guru di Riau. Berhubung, Gubernur Riau tidak berada di tempat, mereka hanya diterima Asisten I Pemprov Riau, Abdullatif. Keranda mati itu pun diterima Abdullatif. Mereka pun kemudian membubarkan diri. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads