DetikNews
Jumat 29 September 2017, 16:04 WIB

Tentang Tugu Tani yang Didemo karena Dianggap Simbol Komunis

Indah Mutiara Kami - detikNews
Tentang Tugu Tani yang Didemo karena Dianggap Simbol Komunis Tugu Tani (Foto: Ari Saputra/detikFoto)
Jakarta - Tugu Tani di Menteng didemo massa karena dianggap sebagai simbol komunis. Sebenarnya, bagaimana sejarah berdirinya tugu yang nama aslinya Patung Pahlawan?

Patung Pahlawan ini ada di lokasi strategis di Menteng, Jakarta Pusat. Lokasinya diapit oleh tiga jalan: Jl Menteng Raya, Jl Prapatan dan Jl Arief Rachman Hakim. Frasa 'Tugu Tani' muncul lantaran tugu ini menggambarkan sepasang petani.

Patung pria digambarkan sebagai seorang petani lengkap dengan caping di kepalanya, menyandang bedil dan patung wanita yang sedang memberikan bekal makanan kepada sang pria. Dikutip dari Ensiklopedia Jakarta, patung ini dibuat oleh pematung terkenal Rusia bernama Matvei Manizer dan Otto Manizer.

Meski yang digambarkan di patung itu adalah sosok petani, namun rupanya maksud dari tujuan awal pembuatan patung itu adalah untuk menggambarkan sosok pahlawan. Ide awal pembuatannya berasal dari Soekarno yang ingin membuat patung mengenai perjuangan bangsa Indonesia.

Pada waktu itu yang dimaksud ialah perjuangan membebaskan Irian Barat dari penjajahan Belanda. Diresmikan Presiden Soekarno tahun 1963, dengan menempelkan plakat pada vootstuk-nya berbunyi "Bangsa yang menghargai pahlawannya adalah bangsa yang besar".

Dilansir dari berbagai sumber, patung ini disebut sebagai pemberian dari Pemerintah Uni Soviet untuk Indonesia. Selain sebagai hadiah, patung ini juga sebagai manifestasi dari persahabatan kedua Negara. Patung dikirim ke Indonesia (Jakarta) menggunakan kapal laut.

Mengenai sosok seorang pria mengenakan caping -- yang identik dengan petani -- sambil membawa senjata, memang menjadi polemik tersendiri terkait dengan patung ini. Pada 4 November 1964, PKI dan Dubes China di Jakarta mengusulkan mengenai perlunya dibentuk angkatan kelima: buruh dan tani yang dipersenjatai. Patung ini kemudian dikait-kaitkan dengan simbol angkatan kelima gagasan PKI itu.

Siang tadi, Tugu Tani didemo oleh massa yang berkeliling memutari patung ini. Mereka mengaku akan mendeklarasikan antikomunis.

"Kami melakukan deklarasi antikomunis. Kami juga akan orasi bebas dengan tema melawan komunis," ucap koordinator aksi, Rahmat Himran, di lokasi, Jumat (29/9/2017).

Rahmat mengaku menggelar demo di patung itu karena dianggap sebagai simbol komunis. Menurutnya, apabila Tani yang dimaksud benar-benar petani maka seharusnya membawa cangkul, bukan senjata.

"Karena patung tani merupakan simbol komunis yang ada di Indonesia, yang sampai saat ini berdiri di tengah-tengah masyarakat. Karena kalau itu merupakan patung tani maka yang dipegang bukan senjata tajam tapi cangkul dan padi tapi yang dipegang senjata itu lambang komunis," ucap Rahmat.
(imk/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed