KPK Belum Sentuh Istana, Cendana, dan Militer
Sabtu, 21 Mei 2005 12:54 WIB
Jakarta - Ditelanjanginya korupsi di KPU (Komisi Pemilihan Umum), membuat KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) diacungi jempol. Tapi, keberanian KPK perlu diuji lagi. Sebab, kasus dugaan korupsi di Istana, keluarga Cendana, dan militer belum disentuh KPK. Ini disampaikan pengamat institusi dan korupsi Universitas Gadjah Mada (UGM) Denny Indrayana dalam dialog tentang 'Wacana Reshuffle Kabinet' di Marios Place, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (21/5/2005). Wilayah keluarga Cendana yang dimaksud, termasuk para mantan pejabat Orde Baru. Selama ini, kata Denny, KPK hanya berputar-putar mengenai masalah prosedur. Sementara upaya hukumnya masih belum diambil secara tegas. "Jadi, tiga wilayah itu belum diseriusi KPK," kata dia. Denny mencontohkan dugaan korupsi Soeharto yang sampai sekarang terhambat oleh status 'sakit permanen' mantan Presiden itu. Begitu juga dengan dugaan korupsi dalam pembelian Tank Scorpion oleh TNI yang diduga melibatkan putri Soeharto, Mbak Tutut. Semua Aggota KPU Diberhentikan Sementara itu, menanggapi kasus korupsi yang tengah disidik KPK, Indrayana juga setuju terhadap usulan-usulan agar semua anggota KPU dipecat. Ini perlu, agar pemeriksaan KPK berjalan lancar. Apalagi, kinerja KPU sudah terganggu.Untuk melanjutkan kinerja KPU, menurut Denny, bisa ditunjuk pimpinan dan anggota KPU yang baru. "Ya sebaiknya dipilih lagi," ujar dia.
(asy/)











































