Australia akan Tarik Pasukan dari Irak dalam Setahun Ini
Sabtu, 21 Mei 2005 12:35 WIB
Jakarta - Sebagian pasukan Australia kemungkinan akan ditarik dari Irak dalam satu tahun ini. Belum jelas berapa jumlah tentara yang akan dikirim pulang.Negeri Kangguru itu menempatkan sekitar 1.370 personel militernya di dalam dan sekitar negeri bekas rezim Saddam Hussein tersebut. Jumlah ini termasuk lebih dari 400 prajurit yang baru-baru ini dikirimkan ke provinsi al-Muthanna, di kota Samawah, Irak selatan. Pasukan tersebut dikerahkan untuk pengamanan para teknisi militer Jepang yang bekerja di daerah itu untuk proyek-proyek kemanusiaan. Jika tidak ada kejadian yang tak terduga, pasukan Australia di Muthana akan ditarik pulang dalam setahun ini. Demikian disampaikan Menteri Pertahanan Australia, Robert Hill kepada koran lokal The Weekend Australian seperti dilansir kantor berita Associated Press, Sabtu (21/5/2005)."Muthana secara signifikan mengembangkan pasukan keamanannya dalam jumlah maupun kemampuan," tutur Hill. "Jika tidak ada kejadian yang tak terduga, mereka (pasukan keamanan Irak) akan mampu memelihara keamanan mereka sendiri dalam 12 bulan," imbuhnya. Perdana Menteri (PM) Australia John Howard merupakan salah satu sekutu paling kuat untuk kebijakan Presiden AS George W Bush soal Irak. Ia telah mengirimkan pasukan elit khusus untuk ikut bertempur dalam invasi ke Irak tahun 2003 dan terus menempatkan prajurit-prajuritnya di sana sejak saat itu.
(ita/)











































