Jenazah TKW Masitoh Akhirnya Bisa Dibawa Pulang ke RI

Jenazah TKW Masitoh Akhirnya Bisa Dibawa Pulang ke RI

- detikNews
Sabtu, 21 Mei 2005 11:41 WIB
Jakarta - Malang nian Siti Masitoh (40). Empat tahun mengadu nasib di Kuwait, bukan segepok uang yang didapat tetapi pulang tinggal nama. Jenazahnya akan dibawa ke Indonesia. Masitoh bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Kuwait sejak 2001. Selama bekerja, Masitoh tidak pernah pulang ke kampung halamannya di Ponorogo, Jawa Timur dan jarang mengontak keluarganya. Dia kerap mengeluh mengalami perlakuan kasar dari majikan seperti dipukul, tidak diberi makan dan sempat terbesit untuk pindah agency. Pada 2004 silam, Masitoh mengontak sang suami dan menyampaikan kondisinya lebih baik dari tempat kerja sebelumnya. Namun nasib berkata lain. Masitoh yang masa kontraknya berakhir Juni 2005 malah meninggal dunia akibat sakit darah tinggi dan stroke yang dideritanya pada 1 Mei 2005. Penderitaan Masitoh belum berakhir. Lagi-lagi kepulangan jenazahnya terbentur birokrasi. Jenazah Masitoh pun terlantar hingga dua minggu. Hal ini terjadi karena KBRI Kuwait menyerahkan kepulangan jenazah Masitoh ke PJTKI.Walhasil, keluarga Masitoh di kampung sangat terpukul dan berduka. Apalagi, mereka hingga kini tidak memperoleh informasi apa pun dari Departemen Luar Negeri."Masitoh berangkat dalam keadaan sehat dan selama komunikasi dengan keluarga dia tidak pernah mengeluh sakit apa pun," kata Anis, salah satu staf Migrant Care kepada detikcom di Jakarta, Sabtu (21/5/2005).Menurut dia, jenazah Masitoh dijadwalkan tiba di bandara Cengkareng dengan dibawa pesawat Qatar Airlines dengan nomor penerbangan 626 hari ini pukul 12.00 WIB. Setelah itu, jenazah akan diterbangkan ke Solo pukul 16.40 WIB dan kemudian dimakamkan di Ponorogo.Visum UlangKematian Masitoh menimbulkan pertanyaan besar di benak keluarganya. Visum ulang, cara inilah yang akan ditawarkan Migrant Care kepada pihak keluarga Masitoh."Kami akan mendampingi keluarga Masitoh dan akan menawarkan visum ulang untuk mencari tahu kematian Masitoh," ujarnya.Tak hanya itu, keluarga Masitoh juga akan menuntut pertanggungjawaban pemerintah. "Kami akan mendampingi keluarga ke Deplu menuntut kejelasan gaji, asuransi dan sebab kematian Masitoh," imbuhnya. (aan/)


Berita Terkait