Survei SMRC: Masyarakat Tak Setuju Jokowi Dikaitkan PKI

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Jumat, 29 Sep 2017 13:37 WIB
Foto: Rilis survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) soal isu adanya kebangkitan PKI (Muhammad Taufiqqurahman/detikcom).
Jakarta - Survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan mayoritas masyarakat tak setuju Presiden Joko Widodo dikaitkan dengan isu PKI. Survei SMRC dilakukan terkait isu kebangkitan PKI.

Survei dilakukan kepada 1.220 responden yang dipilih dengan cara random (multistage random sampling). Margin error 3,1 persen, dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Responden yang terpilih diwawancarai lewat tatap muka.

Responden ditanya pendapatnya soal isu yang mengatakan Presiden Jokowi adalah orang PKI atau setidaknya terkait dengan PKI. Hasilnya sebanyak 75,1 persen responden tidak setuju dengan isu Jokowi terkait PKI. Sementara itu 5,1 persen menjawab setuju, dan 19.9 persen mengaku tidak tahu.

"Mayoritas warga (75,1%) tidak setuju dengan pendapat bahwa Presiden Jokowi adalah orang Partai Komunis Indonesia atau setidaknya terkait dengan PKI," peneliti SMRC Sirojudin Abbas dalam rilis survei 'Isu Kebangkitan PKI Penilaian Publik Nasional', di kantor SMRC Jalan Cisadane, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (29/9/20017).

Survei SMRC juga menanyakan pendapat masyarakat soal isu PKI telah bangkit lagi. Hasilnya sebanyak 86,8 persen mengaku tidak setuju soal adanya isu kebangkitan PKI. Sisanya 12,6 persen menjawab setuju isu PKI bangkit, dan 0,6 persen tidak tahu atau tidak menjawab.

"Mayoritas warga tidak setuju bahwa sekarang sedang terjadi kebangkitan PKI. Yang setuju hanya 12,6%," sebut Sirojudin. (fiq/nvl)