detikNews
Jumat 29 September 2017, 12:15 WIB

Pangdam Mulawarman akan Sanksi Pengunggah Artikel yang Serang KaBIN

Elza Astari Retaduari - detikNews
Pangdam Mulawarman akan Sanksi Pengunggah Artikel yang Serang KaBIN Foto: Mayjen Sonhadji. (Dok. Kodam Mulawarman).
Jakarta - Situs Kodam VI/Mulawarman sempat mengunggah artikel yang menyerang Kepala BIN terkait dengan isu pembelian 5.000 senjata. Pangdam Mulawarman Mayjen Sonhadji menyatakan akan memberi sanksi pihak yang mengunggah artikel itu karena tak melakukan koordinasi dengan pimpinan.

Menurut Sonhadji, artikel berjudul 'SIAPA YANG MENCATUT NAMA PRESIDEN INGIN DATANGKAN SENJATA 5000 PUCUK' diposting di situs Mulawarman oleh staf penerangan kodam (Pendam). Artikel itu bukan merupakan tulisan dari jajaran Kodam, tapi merupakan broadcast liar di whatsapp yang belum diketahui siapa penulisnya.

"Mereka dapat dari WA-WA, yang share nggak tau dari siapa, (posting) tanpa petunjuk. Tapi itu bukan tulisan mereka (staf Pendam)," jelas Sonhadji dalam perbincangan dengan detikcom, Jumat (29/9/2017).


Artikel yang dimaksud mengangkat nama KaBIN Jenderal Budi Gunawan. Mulai dari namanya yang sempat terseret dalam kasus korupsi di KPK, hingga kegagalannya maju sebagai Kapolri.

Penulis artikel tersebut juga menuliskan sebaiknya kepala BIN diisi oleh perwira militer. Jika pun tidak, lebih baik dijabat oleh sipil dan bukan dari polisi.

Pangdam Mulawarman akan Sanksi Pengunggah Artikel yang Serang KaBINFoto: Screenshot artikel Kodam Mulawarman.

Sonhadji menyebut saat ini pihak-pihak yang terlibat dalam pengunggahan artikel itu saat ini sedang dalam pemeriksaan. Dia memastikan akan memberi sanksi.

"Lagi diperiksa oleh Asintel Kodam. Oh iya (disanksi), nggak laporan, nggak apa (langsung unggah artikel tanpa izin)," tegas jenderal bintang dua itu.


Sebenarnya ada 2 artikel lain yang diupload di situs www.kodam-mulawarman.mil.id terkait isu-isu yang sedang berkembang belakangan ini. Dua artikel lainnya berjudul'TNI JENDERAL GATOT NURMANTYO MEMUTAR KEMBALI FILM PENGHIANATAN G.30.S/PKI' dan 'INTELIJEN TNI VALID: INILAH VIDEO BUKTI POLISI MEMILIKI SENJATA ANTI TANK YANG DITUDUHKAN PANGLIMA TNI'. Kini artikel-artikel tersebut sudah tidak dapat ditemukan di situs Kodam Mulawarman.

Seperti diketahui, isu 5.000 senjata ramai dibicarakan setelah Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyinggungnya di sebuah forum. Isu PKI juga kembali menyeruak usai ada perintah Gatot soal nonton bersama film G30S/PKI. Belakangan pun muncul video anggota Brimob tengah berpose dengan RPG.
(elz/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed