Nader Taher: Nasib Saya Malang, Uang Disita, Ditahan Lagi
Sabtu, 21 Mei 2005 10:53 WIB
Jakarta - Setiap orang tidak pernah berangan-angan menikmati hidup di Rutan (rumah tahanan). Begitu juga dengan Nader Taher. Kini, dia mengaku bernasib malang. Uang disita, dirinya ditahan lagi. Anak bungsunya juga diejek teman-temannya. Nader adalah tersangka kasus kredit macet Bank Mandiri yang kini ditahan di Rutan Kejagung (Kejaksaan Agung) di Jl. Hasanuddin, Jakarta Selatan. Dia mantan direktur utama PT Zamrud Siak Pusaka. Dia ditahan sejak pertengahan April lalu. Saat ditemui detikcom, Sabtu (21/5/2005) di sela-sela berolah raga jogging di sekitar Rutan Kejagung, Nader mencurahkan isi hatinya. Pria setengah baya yang berpostur cukup tinggi ini tampak tetap tenang, meski banyak mengeluh. Dia mengaku sudah tidak stres menjalani tahanan di Rutan Kejagung. Awalnya, dia mengaku stres dan bingung. "Setelah setelah seminggu, saya mulai terbiasa. Ya..saya jalani saja," kata Nader yang saat itu mengenakan baju olah raga. Sejak dirinya ditahan, kehidupan keluarganya mulai terusik. Termasuk putri bungsunya yang baru berusia delapan tahun. "Putri bungsu saya saat ini memutuskan keluar dari sekolah, karena sering diejek kawan-kawannya, 'bapakmu koruptor ya'," kata Nader.Masalah anak bungsunya ini yang kini jadi kepikiran oleh dirinya. Nader juga merasa hidupnya saat ini malang. Cita-citanya untuk menjadi gubernur Kepulauan Riau (Riau) tidak bisa dia gapai. "Sudah tidak bisa mencalonkan gubernur Kepri, uang disita, ditahan lagi," kata Nader, yang menggunakan gelang perak di tangan kanannya itu. Nader juga menganggap dirinya seperti dianaktirikan oleh para koleganya. Dulu, saat dia masih memimpin perusahaan, banyak kolega yang datang. Kini, tidak ada satu pun teman yang menjenguknya di Rutan. "Yang enak itu, seperti Pak Neloe. Meski dia jarang dikunjungi keluarganya, tapi teman-temannya banyak yang menjenguk," kata Nader.
(asy/)











































