SBY Izinkan 14 DPC PD Kepengurusan Ganda Ikuti Kongres

SBY Izinkan 14 DPC PD Kepengurusan Ganda Ikuti Kongres

- detikNews
Sabtu, 21 Mei 2005 09:41 WIB
Jakarta - Ricuh Kongres I Partai Demokrat (PD) terkait dengan kepengurusan ganda, membuat Pendiri PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) serius turun tangan. SBY mengizinkan utusan dari 14 DPC yang bermasalah untuk mengikuti persidangan dalam kongres. Namun, siapa yang mempunyai hak suara akan ditentukan menjelang pemilihan ketua umum."Suara disimpan dulu, sampai pemilihan ketum. Besok pagi sudah ada kepastian siapa yang memilih. Jangan gunakan hak suara dulu," Kata SBY saat pertemuan dengan puluhan utusan dari DPD dan DPC ganda di Hotel Inna Grand Bali Beach, Bali, Sabtu (21/5/2005). Hadir pula para pimpinan fungsionaris DPP PD, yaitu Subur Budhisantoso, Ventje Rumangkang, dan Sys NS. 14 DPC ini akhirnya dapat mengikuti perhelatan akbar PD ini. Utusan bermasalah itu sudah mempunyai id card dari panitia. Sebelumnya, kepengurusan kembar di tubuh PD sempat membuat ricuh Kongres I PD, terutama saat registrasi peserta kongres. Sebut saja Ketua DPC Nias Selatan Ali Ozi Sokhi Fau yang memprotes panitia karena namanya tidak terdaftar dalam list peserta kongres. Ali Ozi dan para pendukungnya marah dan sempat terjadi aksi dorong dengan beberapa pengurus DPP PD yang mencoba memberikan penjelasan.Kericuhan juga terjadi saat delegasi dari DPD PD Sumatera Utara mendaftarkan diri. Ketua DPD PD Sumut Yusuf Pardamaian ditolak panitia saat mendaftarkan diri. Namanya tidak ada dalam daftar peserta. Dalam daftar peserta, yang tercatat sebagai utusan dari Sumut adalah Palar Nainggolan.SBY meminta pelaksanaan kongres tidak menjadi terganggu karena adanya kepengurusan ganda. 14 DPC ganda tersebut harus saling menghargai dan saling memahami kondisi yang ada. "Jangan karena yang hanya di ruangan ini, sidang menjadi terganggu. Solusinya kita tunggu dalam satu hari. Jangan ada gerakan-gerakan apa pun, tapi mesin jangan berhenti," ujarnya. (atq/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads