"Saya ada agenda, kemungkinan saya ke DPR juga, secara prinsip saya lebih terkait dengan MPR, tapi yang saya dengar beliau akan diterima anggota atau pimpinan DPR. Apa pun selama dilakukan dengan damai dan tidak anarki," ujar Hidayat di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (28/9/2017).
"Tuntutannya sangat wajar terkait Perppu, permasalahan ini juga masih ada di Mahkamah Konstitusi (MK) di judicial review dan belum ada jawaban dari MK," lanjutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menurut saya, masih ada ruang bagi rakyat menyuarakan aspirasinya. Wajar kalau mereka menyuarakan ke DPR karena memang DPR adalah wakil rakyat, rumah rakyat, hanya memang harus diingatkan agar jangan sampai tidak melakukan tindakan yang tidak sesuai prinsip," kata politikus senior PKS ini.
Ia mengimbau massa aksi tidak anarkistis. "Jangan sampai mereka melakukan tindakan anarkis dan membuka celah terjadi provokasi. Jangan jadi provokasi dengan rakyat. Penting untuk saling menjaga kemudian hadirkan demokrasi yang lebih dewasa," tutur Hidayat.
Aksi 299 rencananya akan digelar di depan gedung DPR, Jumat (29/9), seusai salat Jumat. Polisi telah menyiapkan rekayasa lalu lintas terkait Aksi 299. (lkw/dkp)











































